Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Soal Jatah Menteri dari Bali, De Gadjah Beri Bocoran
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Calon Gubernur Bali yang juga Ketua Gerindra Bali, Made Muliawan Arya, atau akrab disapa De Gadjah, memberikan tanggapan terkait pengisian jabatan menteri di kabinet Prabowo-Gibran yang diusulkan dari Bali.
Dalam pernyataannya, De Gadjah menekankan bahwa urusan pengisian menteri sepenuhnya merupakan wewenang Presiden terpilih Prabowo Subianto.
"Kalau urusan menteri itu wewenangnya Pak Prabowo. Kami di Bali tidak memiliki kewenangan untuk mengusulkan ini atau itu terkait menteri yang merupakan urusan negara," ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (16/10/2024).
Ia juga menyebutkan bahwa jika ada perwakilan dari Bali yang dipanggil, seperti Isyana Bagoes Oka, hal itu merupakan keputusan presiden yang harus dihormati.
Meski demikian, De Gadjah berharap agar tidak hanya ada satu perwakilan dari Bali di kabinet, tetapi lebih dari satu.
Seiring dengan informasi yang beredar, terdapat rancangan daftar nama calon menteri di kabinet Prabowo-Gibran, termasuk tiga nama dari Bali yang diusulkan untuk posisi Kepala Badan yang setingkat menteri.
Nama-nama tersebut antara lain Kepala Badan Ekonomi Hijau, I Dewa Made Agung; Kepala Badan Ketahanan Pangan, Ida Bagus Purwalaksana; dan Kepala BIN, I Nyoman Cantiyasa.
Dalam perkembangan terbaru, Prabowo juga dilaporkan telah memanggil Sekjen PSI, Isyana Bagoes Oka. Isyana diprediksi akan menjabat sebagai wakil menteri, menambah kemungkinan representasi Bali dalam pemerintahan mendatang.
Dengan suasana politik yang semakin dinamis menjelang pelantikan, De Gadjah menegaskan pentingnya dukungan masyarakat Bali agar suara dan kebutuhan daerah dapat lebih didengarkan dalam kabinet yang akan datang.
Editor: Redaksi
Reporter: Gerindra Bali
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun