Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Telkom Lanjutkan Spin-Off InfraCo Rp49,9 Triliun
BERITABALI.COM, NASIONAL.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melanjutkan transformasi bisnis infrastruktur digital melalui Spin-Off InfraCo Tahap 2 dengan nilai transaksi mencapai Rp49,9 triliun.
Langkah ini memperkuat PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) sebagai penyedia infrastruktur digital wholesale yang netral dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan kelanjutan dari penyelesaian tahap pertama yang efektif sejak Januari 2026. Setelah tahap pertama, InfraNexia terus memperkuat bisnis, memperluas kolaborasi dengan pelanggan eksternal, serta meningkatkan operational excellence melalui penguatan tata kelola dan kualitas layanan.
Baca juga:
Telkom Tanam 20.000 Mangrove di Pesisir
Transformasi tersebut menjadi landasan bagi TelkomGroup untuk melanjutkan penataan aset infrastruktur digital melalui tahap kedua. Langkah ini juga diarahkan untuk memperkuat fokus pengelolaan aset serta membuka peluang kemitraan strategis.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan Spin-Off InfraCo Tahap 2 menjadi bagian penting dalam percepatan transformasi TelkomGroup sekaligus selaras dengan inisiatif Danantara Asset Management dalam mengonsolidasikan aset BUMN.
Menurut Dian, langkah tersebut juga mendukung strategi TLKM 30, khususnya pilar unlock value melalui percepatan monetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi seperti data center, tower, dan jaringan fiber.
“Spin-Off InfraCo Tahap 2 sebagai langkah strategis dalam perjalanan transformasi TLKM 30 untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru, yang akan meningkatkan kapabilitas layanan infrastruktur, mengoptimalkan efisiensi bisnis, serta membuka peluang kemitraan strategis guna mendukung percepatan konektivitas digital nasional," ujar Dian.
Setelah proses pengalihan portofolio bisnis dan aset selesai, InfraNexia akan memiliki lebih dari 90 persen total aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya dimiliki Telkom. Aset tersebut mencakup jaringan akses pelanggan hingga core backbone serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya.
Secara keseluruhan, InfraNexia akan mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik, termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang membentang di seluruh Indonesia. Panjang jaringan tersebut hampir setara tiga kali keliling bumi.
Dengan penguasaan aset tersebut, InfraNexia akan semakin memperkuat perannya sebagai penyedia wholesale connectivity yang berfokus pada pengembangan infrastruktur konektivitas digital nasional.
Dian juga menekankan bahwa Spin-Off InfraCo Tahap 2 tidak hanya berorientasi pada penataan aset, tetapi juga peningkatan pengalaman pelanggan.
“Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan strategic initiative dari TelkomGroup yang tidak hanya bertujuan untuk menghadirkan bisnis infrastruktur yang lebih fokus, agile, dan berdaya saing. Dengan kehadiran InfraNexia kami optimistis dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, andal, dan berkualitas sehingga mampu memberikan customer experience yang terbaik bagi pelanggan.”
Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi strategi transformasi TLKM 30 untuk memperkuat bisnis infrastruktur digital melalui optimalisasi aset strategis, peningkatan efisiensi operasional dan investasi, serta pengembangan bisnis melalui kemitraan strategis.
Transformasi ini sekaligus mendukung transisi Telkom menuju strategic holding dengan struktur organisasi yang lebih fokus pada penciptaan nilai dan sinergi antarentitas.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan penataan portofolio tersebut diarahkan untuk membangun bisnis infrastruktur digital dengan proposisi nilai yang lebih kuat.
"Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan implementasi nyata dari strategi penataan portofolio TelkomGroup untuk membangun bisnis digital infrastruktur yang memiliki proposisi nilai lebih kuat. Melalui pembentukan InfraNexia, Telkom tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan aset dan meningkatkan fleksibilitas dalam mengembangkan peluang kemitraan, tetapi juga menciptakan fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh portofolio bisnis TelkomGroup. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi TelkomGroup dalam mendukung pengembangan ekosistem infrastruktur digital Indonesia yang lebih terbuka, kompetitif, dan berdaya saing global," pungkas Seno.
Meski Telkom tetap memegang saham mayoritas lebih dari 99 persen, InfraNexia akan beroperasi secara profesional dalam melayani seluruh pelanggan. Pemisahan tersebut diharapkan meningkatkan keandalan dan kualitas layanan konektivitas sekaligus mendukung perluasan penetrasi fixed broadband di Indonesia.
Transformasi pembentukan entitas infrastruktur tersebut sejalan dengan praktik sejumlah operator telekomunikasi global. Model serupa diterapkan untuk mengoptimalkan pengelolaan aset, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kemitraan strategis, serta menciptakan nilai jangka panjang.
Sejumlah operator internasional yang menerapkan pendekatan serupa antara lain Telstra, Telecom Italia (TIM), CETIN, Telenor, Telefónica, dan KPN dalam mengembangkan bisnis wholesale connectivity.
Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf menegaskan penyelesaian spin-off menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk memperkuat bisnis infrastruktur konektivitas.
“Kami optimistis penyelesaian spin-off ini semakin memperkokoh InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur konektivitas wholesale yang netral dan andal. Dengan integrasi aset yang semakin matang, kami akan memperkuat layanan utama kami—mulai dari 5G backhaul, wholesale network dan FTTx, hingga passive infrastructure sharing. Lebih jauh, kami sudah melakukan akselerasi program network modernization dan mendorong implementasi autonomous network guna menghadirkan infrastruktur konektivitas yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif. Upaya strategis ini akan memperkuat kesiapan kami dalam pengembangan konektivitas mendukung pertumbuhan AI, cloud, dan data center di Indonesia. Semua ini kami jalankan dengan fokus utama kepada pertumbuhan bisnis dan kepuasan pelanggan,” tambah Lukman.
Spin-Off InfraCo Tahap 2 menjadi bagian dari upaya TelkomGroup memberikan nilai tambah bagi pelanggan wholesale sekaligus memperkuat ekosistem digital nasional.
Proses transaksi akan dilakukan secara seamless sehingga tidak berdampak terhadap layanan pelanggan. TelkomGroup memastikan seluruh proses transaksi dilaksanakan secara transparan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), serta memenuhi ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku, termasuk peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4435 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2079 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1549 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1005 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 938 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun