Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 17 Agustus 2026
Inggris Semakin Krisis, Angka Pengangguran Melonjak Tajam
BERITABALI.COM, DUNIA.
Inggris saat ini semakin krisis imbas jumlah pengangguran yang semakin meningkat tajam.
Menurut data yang dirilis Office for National Statistics (ONS) pada Selasa (12/11), tingkat pengangguran di Inggris pada kuartal ke-3 2024 ini meningkat dari yang semula 4,0 persen menjadi 4,3 persen.
Jumlah pengangguran ini meningkat lebih tinggi dari perkiraan. Sebab, para ekonom di Inggris awalnya mengira bahwa tingkat pengangguran di Inggris hanya akan meningkat sebesar 4,1 persen.
Menurut ONS, meningkatnya angka pengangguran di Inggris disebabkan oleh kebijakan kenaikan pajak bisnis dan usaha yang diberlakukan oleh pemerintahan baru yang dipimpin oleh Perdana Menteri Keir Starmer.
Imbas kebijakan ini, perusahaan-perusahaan di Inggris harus menanggung beban pajak yang besar sehingga mereka tidak mampu membayar karyawan lama maupun karyawan baru, demikian dikutip dari AFP.
Hal ini, menurut ONS, juga turut membuat pertumbuhan lapangan pekerjaan melambat sehingga membuat tingkat pengangguran di Inggris meningkat pesat.
"Tingkat pengangguran kuartal ketiga yang melebihi ekspektasi dengan cukup signifikan. [Ini] menjadi sinyal peringatan bagi pemerintah setelah anggaran di mana perusahaan menyaksikan peningkatan besar dalam kontribusi asuransi nasional," ujar manajer investasi di Wealth Club, Isaac Stell.
"Jika biaya tambahan ini membatasi perekrutan dan menyebabkan hilangnya pekerjaan, agenda pertumbuhannya yang disebut-sebut akan semakin diawasi," ia menambahkan.
Selain menaikkan pajak, Starmer juga berencana meningkatkan utang negara untuk membiayai pembangunan infrastruktur. Kebijakan ini diberlakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Inggris.
Meningkatnya jumlah pengangguran di Inggris kini juga semakin diperburuk oleh menurunnya jumlah upah minimum.
Menurut ONS, pertumbuhan upah minimum reguler di Inggris kini hanya sebesar 4,8 persen. Pertumbuhan ini merupakan yang terendah dalam 2 tahun terakhir. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4561 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2361 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2016 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1625 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1066 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun