Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Usai Rakernas, Peradi Lepas Puluhan Tukik dan Bersih-Bersih Pesisir Pantai Jimbaran
BERITABALI.COM, BADUNG.
Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan menggelar aksi nyata setelah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tahunan di Jimbaran, Badung.
Aksi yang bertajuk Peradi Peduli ini melibatkan pelepasan tukik (anak penyu) dan kegiatan bersih-bersih di Pantai Jimbaran, Sabtu (7/12/2024).
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi, Otto Hasibuan, menyatakan bahwa momen ini sangat penting bagi pelestarian lingkungan dan menjadi wujud nyata kepedulian organisasi tersebut terhadap alam. Meskipun kegiatan ini dilaksanakan di tengah cuaca hujan, pelepasan tukik tetap diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem laut.
"Acara ini bukan hanya sebagai kegiatan rutin, tetapi juga sebagai ajakan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kami berharap masyarakat ikut berperan menjaga lingkungan sekitar, tidak hanya di Bali, tetapi di mana pun," ujar Otto dalam sambutannya.
Pelepasan tukik tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam melestarikan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam demi masa depan yang lebih baik bagi bumi dan manusia.
Sementara itu, I Made Sukanta, salah satu pengelola pusat pendidikan dan konservasi penyu, mengungkapkan bahwa abrasi pantai menjadi tantangan utama dalam pelestarian penyu.
"Setiap tahun pasti terjadi abrasi, dan ini adalah fenomena alam. Namun, kita perlu mencari solusi agar abrasi tidak mengganggu penyu yang bertelur," paparnya.
Sukanta menambahkan, penanganan abrasi harus mempertimbangkan kedua sisi, yakni membangun tanggul untuk mengurangi abrasi, namun tetap menjaga akses pantai bagi penyu untuk bertelur. Pelepasan tukik ini juga dianggap sebagai simbol ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap satwa dan lingkungan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3830 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1775 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang