Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 9 Mei 2026
Sopir Pariwisata Bali Laporkan Praktik Ilegal WNA: Tamu Jemput Tamu
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wayan Widiasa, seorang sopir pariwisata di Bali, melaporkan praktik ilegal yang dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja sebagai sopir untuk wisatawan asing, kepada DPRD Provinsi Bali.
Widiasa mengaku kerap menyaksikan tindakan tersebut di Bandara I Gusti Ngurah Rai, dan merasa terganggu karena hal itu mengurangi kesempatan kerja bagi sopir lokal.
Widiasa menuturkan bahwa dirinya sangat terkejut dengan pemandangan tersebut, di mana tamu-tamu asing melakukan praktik "tamu jemput tamu," di mana mereka bertindak sebagai sopir bagi wisatawan lain.
“Imigrasi kemana saja, (saya melihat) tamu jemput tamu, jeruk makan jeruk pak, saya sampai kaget,” ujar Widiasa saat beraksi dalam Forum Perjuangan Driver Pariwisata di Wantilan DPRD Bali, Senin (6/1/2025).
Menanggapi laporan tersebut, Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya atau Dewa Jack, memerintahkan Komisi I dan III DPRD Bali untuk segera melakukan inspeksi mendalam (sidak) terkait praktik ilegal tersebut. Dewa Jack berjanji bahwa tim dari DPRD akan turun langsung ke Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk memantau dan memastikan kebenaran laporan itu.
“Kami akan ke bandara dulu, Komisi I dan III, ketua fraksi juga ikut coba intip benarkah ada tamu jemput tamu,” ungkap Dewa Jack. Ia menambahkan, jika terbukti ada pelanggaran, pihak DPRD Bali akan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk menindaklanjuti masalah ini.
Lebih lanjut, Dewa Jack juga menyampaikan bahwa fokus awal akan dilakukan di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Namun, jika ditemukan bukti lebih lanjut, sidak akan diperluas ke daerah-daerah wisata lainnya. “Kami akan proses kalau itu terbukti. Kami akan pantau juga daerah wisata dan tujuan wisata,” tambahnya.
Selain itu, dalam aksi yang sama, Forum Perjuangan Driver Pariwisata juga menyampaikan keluhan mengenai situasi transportasi di Bali yang dinilai semakin buruk, termasuk masalah terkait pembatasan kuota taksi online yang juga mempengaruhi penghasilan sopir lokal. (sumber: suarabali.id)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 862 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 727 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 550 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 524 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik