Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Pemkab Jembrana Siapkan Hadiah Total Rp51 Juta untuk Parade Ogoh-Ogoh 2025
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali memberikan perhatian khusus kepada tradisi seni ogoh-ogoh meski berada dalam masa transisi pasca-Pilkada 2024.
Parade ogoh-ogoh tahun ini tetap akan digelar dengan peningkatan biaya pementasan menjadi Rp10 juta. Selain itu, sebanyak 284 Sekaa Teruna Teruni (STT) Banjar Adat se-Kabupaten Jembrana juga akan menerima subsidi pembuatan ogoh-ogoh sebesar Rp2,5 juta per unit untuk memeriahkan perayaan Nyepi 2025.
Kabid Adat Tradisi dan Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Jembrana, I Gede Suartana, mengungkapkan, subsidi ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para STT.
“Untuk tahun ini, pemerintah memberikan dana sebesar Rp 2,5 juta per ogoh-ogoh. Harapannya, serapan bantuan ini bisa maksimal,” ujarnya.
Menurutnya, tahun sebelumnya subsidi hanya terealisasi untuk 225 ogoh-ogoh dari total anggaran untuk 284 ogoh-ogoh. Sisanya menjadi sisa lebih anggaran (silpa). Tahun ini, parade ogoh-ogoh dijadwalkan berlangsung pada 20 Maret 2025 dengan rute di Jalan Sudirman, depan Kantor Bupati Jembrana.
Sebagai rangkaian perayaan, Pemerintah Kabupaten Jembrana juga akan menggelar Festival Masikian Yowana pada 21-23 Maret 2025 di Gedung Ir. Sukarno. Festival ini akan menampilkan lomba ogoh-ogoh mini, lomba sketsa, dan kegiatan seni lainnya dengan total dana apresiasi sebesar Rp 50 juta.
Untuk parade ogoh-ogoh tingkat kabupaten, sebanyak 15 ogoh-ogoh terbaik hasil seleksi tingkat kecamatan akan dipentaskan. Setiap kecamatan akan memilih lima ogoh-ogoh terbaik melalui seleksi tim juri kecamatan, yang kemudian diseleksi kembali oleh juri kabupaten.
Baca juga:
Ogoh-Ogoh Panca Dewata dan Tradisi Megayot Iringi Prosesi Nyenuk Karya Pura Agung Jagatnatha
“Hadiah total yang kami siapkan untuk parade ogoh-ogoh sebesar Rp 51 juta. Rinciannya, juara I mendapat Rp 15 juta, juara II Rp 12 juta, juara III Rp 10 juta, serta juara harapan I dan II masing-masing Rp 7 juta,” jelas Suartana.
Suartana menegaskan bahwa seluruh ogoh-ogoh yang mengikuti parade wajib menggunakan bahan alami sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali terkait pengurangan sampah plastik.
Namun, ia mengakui, hingga saat ini belum ada undangan untuk mengikuti parade tingkat provinsi karena keterbatasan anggaran. “Tahun 2023 dan 2024 kami mengalami defisit anggaran. Namun, kami tetap mempertahankan subsidi, hadiah, dan pementasan untuk menjaga tradisi ini,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 536 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 424 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 414 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 412 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik