Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Ratusan Koperasi di Karangasem Belum Pulih Pasca-Erupsi dan Pandemi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Ratusan koperasi di Karangasem masih dalam kondisi tidak sehat dan bahkan terancam gulung tikar karena tidak melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) lebih dari tiga kali sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada anggotanya.
Hingga tahun 2025, terdapat 341 koperasi yang tersebar di delapan kecamatan di Karangasem, yakni Kecamatan Karangasem, Sidemen, Manggis, Bebandem, Rendang, Selat, Abang, dan Kecamatan Kubu. Dari jumlah tersebut, hampir 30 persen atau sekitar 107 koperasi dinyatakan tidak sehat.
Beberapa faktor utama yang menyebabkan ratusan koperasi tersebut mengalami kesulitan adalah dampak dari erupsi Gunung Agung serta pandemi Covid-19.
"Kita sudah melakukan pendataan, ada beberapa alasan koperasi tak melakukan RAT, paling banyak karena dampak erupsi dan Covid-19. Saat itu banyak anggota yang menarik uang simpanannya serta tidak melaksanakan RAT karena erupsi Gunung Agung membuat anggota harus mengungsi, kemudian saat pandemi terjadi pembatasan aktivitas," kata Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Karangasem, Gede Loka Santika, Kamis (27/2/2025).
Menurutnya, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992, koperasi wajib melaksanakan RAT setiap tahun sekali. Pelaksanaan RAT paling lambat harus dilakukan hingga akhir bulan Juni. Namun, pengurus koperasi disarankan agar melaksanakan RAT di awal tahun untuk menjaga keberlangsungan usaha mereka.
Dengan kondisi ini, Dinas Koperindag Karangasem akan semakin intens dalam melakukan pembinaan serta memberikan imbauan kepada koperasi yang tidak sehat agar segera melaksanakan RAT dan kembali beroperasi secara normal.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun