Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Pengelola Tirta Gangga Tanggapi Keluhan Kenaikan Harga Tiket
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sejumlah pelaku pariwisata menyayangkan kenaikan harga tiket masuk Taman Tirta Gangga di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Harga tiket baru yang mulai berlaku per 1 Maret 2025 dianggap terlalu tinggi oleh beberapa pemandu wisata.
Untuk wisatawan mancanegara (wisman) dewasa, tarif naik dari Rp70 ribu menjadi Rp90 ribu per orang. Wisman anak-anak usia 5-12 tahun yang sebelumnya Rp35 ribu kini menjadi Rp45 ribu, sementara wisman lanjut usia (65 tahun ke atas) dikenakan Rp70 ribu per orang.
Kenaikan juga berlaku untuk wisatawan domestik. Tiket masuk wisatawan domestik dewasa dengan KTP luar Bali naik dari Rp35 ribu menjadi Rp45 ribu, sementara pemegang KTP Bali dikenakan Rp35 ribu per orang. Anak-anak usia 5-12 tahun dikenakan Rp25 ribu.
"Melihat fasilitas yang ada sekarang, menurut saya, harga tiket masuk terlalu mahal dan cukup memberatkan bagi wisatawan walaupun mereka tidak protes karena memang kebanyakan tidak tahu harga tiket sebelumnya berapa," ungkap Komang, seorang pemandu wisata yang sering mengantar tamu ke Tirta Gangga, Senin (3/3/2025).
Selain tarif masuk yang naik, pelaku wisata juga menilai fasilitas yang diberikan oleh pengelola belum terlihat mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan, mereka berharap ada fasilitas tambahan seperti parkir gratis, mengingat harga tiket yang semakin tinggi.
"Padahal baru tahun lalu naik tiket masuknya, sekarang naik lagi dengan harga yang cukup tinggi. Minimal naik Rp5 ribu lah masih mending," celetuk Gustu, seorang pemandu wisata lainnya yang sedang mengantar tamu ke Tirta Gangga.
Namun, menanggapi keluhan ini, Kepala Pengelola Taman Tirta Gangga, Anak Agung Made Kosalya, menegaskan bahwa wisatawan yang datang tidak mempermasalahkan kenaikan harga tiket. Ia justru menilai bahwa keluhan hanya datang dari sopir freelance dan guide tidak berlisensi.
"Hanya sopir-sopir freelance dan guide-guide yang tidak punya lisensi mengeluh karena tidak dapat benefit lebih selain bayaran transport mereka. Wisatawan sama sekali tidak ada yang mengeluh," jawab Kosalya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3810 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1756 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang