Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Pengelola Tirta Gangga Tanggapi Keluhan Kenaikan Harga Tiket
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sejumlah pelaku pariwisata menyayangkan kenaikan harga tiket masuk Taman Tirta Gangga di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Harga tiket baru yang mulai berlaku per 1 Maret 2025 dianggap terlalu tinggi oleh beberapa pemandu wisata.
Untuk wisatawan mancanegara (wisman) dewasa, tarif naik dari Rp70 ribu menjadi Rp90 ribu per orang. Wisman anak-anak usia 5-12 tahun yang sebelumnya Rp35 ribu kini menjadi Rp45 ribu, sementara wisman lanjut usia (65 tahun ke atas) dikenakan Rp70 ribu per orang.
Kenaikan juga berlaku untuk wisatawan domestik. Tiket masuk wisatawan domestik dewasa dengan KTP luar Bali naik dari Rp35 ribu menjadi Rp45 ribu, sementara pemegang KTP Bali dikenakan Rp35 ribu per orang. Anak-anak usia 5-12 tahun dikenakan Rp25 ribu.
"Melihat fasilitas yang ada sekarang, menurut saya, harga tiket masuk terlalu mahal dan cukup memberatkan bagi wisatawan walaupun mereka tidak protes karena memang kebanyakan tidak tahu harga tiket sebelumnya berapa," ungkap Komang, seorang pemandu wisata yang sering mengantar tamu ke Tirta Gangga, Senin (3/3/2025).
Selain tarif masuk yang naik, pelaku wisata juga menilai fasilitas yang diberikan oleh pengelola belum terlihat mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan, mereka berharap ada fasilitas tambahan seperti parkir gratis, mengingat harga tiket yang semakin tinggi.
"Padahal baru tahun lalu naik tiket masuknya, sekarang naik lagi dengan harga yang cukup tinggi. Minimal naik Rp5 ribu lah masih mending," celetuk Gustu, seorang pemandu wisata lainnya yang sedang mengantar tamu ke Tirta Gangga.
Namun, menanggapi keluhan ini, Kepala Pengelola Taman Tirta Gangga, Anak Agung Made Kosalya, menegaskan bahwa wisatawan yang datang tidak mempermasalahkan kenaikan harga tiket. Ia justru menilai bahwa keluhan hanya datang dari sopir freelance dan guide tidak berlisensi.
"Hanya sopir-sopir freelance dan guide-guide yang tidak punya lisensi mengeluh karena tidak dapat benefit lebih selain bayaran transport mereka. Wisatawan sama sekali tidak ada yang mengeluh," jawab Kosalya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7453 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5622 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3524 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2382 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan