Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Panen Perdana Jagung Arumba di Buleleng, Varietas Unggul dengan Masa Panen Cepat
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Pertanian Buleleng menggelar panen perdana jagung varietas baru jenis Arumba di Huta Kota, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Sabtu (15/3). Jagung ini dikembangkan karena memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya masa panen yang lebih singkat dibandingkan jagung biasa.
Panen perdana ini dihadiri langsung oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, serta Sekda Buleleng Gede Suyasa. Jagung Arumba ditanam di lahan seluas 1 hektare, namun panen kali ini baru dilakukan pada lahan seluas 40 are.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, menjelaskan bahwa jagung Arumba memiliki tekstur menyerupai ketan, tetapi tidak terlalu lengket dan lebih empuk. Keunggulan lainnya adalah umur panen yang hanya 60 hari, sehingga petani dapat menanam hingga lima kali dalam setahun.
"Kalau jagung biasa, masa panennya bisa tiga hingga enam bulan. Kalau Arumba ini umur panennya hanya 60 hari," kata Melandrat.
Jagung Arumba kini mulai dikembangkan di Kecamatan Gerokgak, dengan permintaan tinggi dari wilayah Madura. Pengiriman dilakukan melalui Pelabuhan Sangsit, Kecamatan Sawan, dengan kapasitas dua hingga tiga truk dalam sekali kirim.
"Jagung ini bukan dijual per kilo. Di pasaran, dijual Rp 5 ribu per tiga biji. Jadi harganya cukup menjanjikan," tambah Melandrat.
Saat ini, produksi jagung di Buleleng mencapai lebih dari 35 ton per tahun. Pemerintah daerah berencana memperluas budidaya jagung ini di wilayah dengan krisis air seperti Kecamatan Gerokgak dan Tejakula, dengan target mencapai 18 ribu hektare.
Dalam pengembangannya, petani akan diedukasi untuk menerapkan sistem tumpang sari, yakni menanam cabai di bawah pohon jagung. Langkah ini bertujuan mencegah inflasi akibat ketimpangan produksi komoditas pangan.
"Jangan sampai karena kita terlalu fokus dengan gabah dan jagung, berdampak inflasi pada jenis tanaman lain. Jadi kami harap bisa ditumpangsarikan dengan cabai," terang Melandrat.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyebut bahwa pengembangan jagung Arumba ini merupakan bagian dari upaya mendukung program kemandirian pangan di Buleleng. Varietas ini dinilai unggul karena dapat tumbuh di lahan minim air dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
"Jagung Arumba ini salah satu varietas unggul dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Petani nanti akan diedukasi bagaimana budidaya jagung ini. Jadi lahan yang tidak banyak air bisa ditanami jagung ini," ujar Sutjidra.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8480 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5829 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar