Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 29 Juni 2026
Lomba Ogoh-Ogoh Mini di Buleleng, Asah Kreativitas Generasi Muda
BERITABALI.COM, BULELENG.
Menyambut Hari Raya Nyepi Caka 1947, Sekeha Teruna Dharma Puja Banjar Pasar, Desa Anturan, Kecamatan Buleleng menggelar lomba ogoh-ogoh mini, Minggu (16/3).
Lomba terbuka untuk umum ini digelar untuk mengasah kreativitas generasi muda dalam pembuatan ogoh-ogoh, serta melestarikan warisan budaya Bali.
Ketua ST Dharma Puja Made Ega Permana mengatakan, lomba ini diikuti oleh 12 peserta dari dari Desa Anturan, Patemon, Pemuteran, Nagasepaha, Sukasada hingga Baktiseraga. Dalam lomba tersebut, penilaian dilakukan berdasarkan berbagai aspek seperti anatomi, estetika, sinopsis serta penggunaan teknologi dalam karya. Bahan yang digunakan dalam pembuatan ogoh-ogoh mini ini harus ramah lingkungan seperti ulatan, bambu, kayu dan kertas bekas.
Permana menyebut, lomba ini diadakan untuk mendorong keterampilan para sekaha teruna-teruni dalam seni ogoh-ogoh. "Kami ingin menampilkan kreativitas para yowana, bagaimana mereka dapat menciptakan ogoh-ogoh yang semakin kompleks sebelum nantinya menjadi undagi di banjar masing-masing," ujarnya.
Salah satu peserta lomba merupakan pelajar dari SMK 1 Sukasada Jurusan Seni Lukis dan Karawitan. Mereka diantaranya Kadek Restu Adi Darma Putra, I Ketut Rony Sugiana, Gede Apriyadi Saputra, Kadek Darmayasa, dan Kadek Ruben Buda Antara. Mereka membuat ogoh-ogoh bertemakan Rahwana.
Digambarkan terdapat sosok Rahwana yang memiliki keagungan, kekuatan dan keberanian. Namun karena ambisi yang besar dan keinginan menantang dewa-dewa, membuat Rahwana jatuh dalam kehancuran.
Ogoh-ogoh mini itu dibuat oleh kelima pemuda tersebut selama dua minggu. Dalam lomba, mereka pun berhasil meraih juara dua.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun