Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Bali Masuki Musim Kemarau, Waspadai Cuaca Ekstrem
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sebagian besar wilayah Provinsi Bali mulai bersiap menghadapi musim peralihan dari hujan ke kemarau.
Berdasarkan prediksi dari Stasiun Klimatologi Bali, awal musim kemarau tahun ini akan dimulai pada bulan April, diawali dari wilayah utara, timur, dan selatan Bali.
Sementara itu, wilayah tengah Bali diperkirakan akan menyusul pada awal hingga pertengahan Mei 2025.
"Berbeda dari tahun lalu yang dipengaruhi El Nino dan menyebabkan curah hujan menyusut drastis, 2025 diprediksi sebagai tahun normal. Artinya, tidak ada pengaruh El Nino maupun La Nina, dan awal musim kemarau kali ini hampir sama dengan rerata 30 tahun terakhir," jelas Prakirawan Cuaca BMKG Denpasar, Ariantika, Selasa (15/4/2025), di Kuta, Badung.
Meskipun tergolong sebagai tahun normal, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Pasalnya, masa peralihan musim sering kali memunculkan cuaca ekstrem seperti hujan deras secara tiba-tiba, angin kencang, serta sambaran petir yang dapat membahayakan keselamatan.
Ariantika mengimbau agar masyarakat menghindari area terbuka seperti lapangan dan sawah saat terjadi hujan deras atau petir. Petani juga disarankan untuk memaksimalkan penggunaan air irigasi serta menyiapkan embung atau tampungan air sebagai antisipasi menghadapi musim kemarau.
Masyarakat dapat terus memantau perkembangan dan peringatan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG demi keselamatan bersama.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3386 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1744 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 804 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan