Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 28 September 2026
Tiang Beranak Marak di Jembrana, DPRD Desak Solusi Kabel Bawah Tanah
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Wajah kota Jembrana tidak tertata oleh kabel jaringan internet yang semrawut dan nyaris tanpa kendali.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan warga. Ironisnya, tiang-tiang utilitas menjamur tanpa perencanaan jelas, bahkan pohon perindang pun dikorbankan menjadi penyangga kabel.
Fenomena ini tak bisa lagi dianggap sepele. Ketua Komisi III DPRD Jembrana, I Dewa Putu Merta Yasa menilai kondisi kabel yang menggantung di jalanan hingga melilit pohon adalah bentuk pembiaran yang membahayakan.
Baca juga:
Miris, Hanya Sedikit Tiang Provider di Karangasem yang Kantongi Izin Pemanfaatan Badan Jalan
“Ini bukan hanya soal keindahan, tapi soal keselamatan. Di satu titik bisa ada sampai sepuluh tiang. Bahkan kabel dibiarkan melilit tanaman dan tiang-tiang tua yang rapuh. Ini sangat berbahaya,” tegas Merta Yasa alias Dewa Abri, Senin (16/6/2025).
Komisi III DPRD pun mengambil langkah tegas. Dalam rapat lintas sektor yang melibatkan sejumlah OPD dan bagian hukum, DPRD mendorong solusi struktural berupa penataan menyeluruh dan penerapan sistem kabel bawah tanah. Bukan lagi model tambal-sulam yang selama ini justru memperburuk kondisi.
“Penataan kabel tak bisa lagi setengah hati. Kami ingin kabel-kabel ditanam, karena ini lebih aman, rapi, dan efisien secara biaya jangka panjang,” ujarnya.
Ditegaskan pula, keberadaan tiang-tiang baru yang tumbuh tanpa regulasi—disebut “tiang beranak”—merupakan bukti lemahnya pengawasan dan minimnya aturan yang tegas.
Lebih jauh, DPRD mendorong keterlibatan investor agar proyek ini tidak membebani APBD. Bahkan skema kerja sama ini dinilai potensial untuk mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru, tanpa harus menaikkan tarif layanan internet bagi masyarakat.
“Kami tidak ingin publik terbebani. Justru dengan sistem bawah tanah, biaya operasional penyedia jasa bisa ditekan, sehingga harga langganan pun semestinya bisa lebih murah,” ucapnya.
Penataan kabel ini akan dimulai dari kawasan kota, namun tidak menutup kemungkinan menjangkau wilayah desa dengan penyesuaian teknis. DPRD juga menekankan pentingnya percepatan regulasi sebagai dasar hukum agar penindakan dan pengawasan ke depan bisa berjalan efektif.
“Jangan tunggu ada korban. Penataan ini harus dimulai tahun ini. Kami minta semua pihak, termasuk masyarakat, mendukung agar Jembrana bisa lebih tertib dan aman,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8499 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5843 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3664 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2493 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar