Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Bali Luncurkan Platform Pembiayaan Proyek Iklim, Buka Peluang Investasi Hijau
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Provinsi Bali secara resmi meluncurkan Bali Climate Financing Platform (BCFP), sebuah inisiatif strategis untuk mengakselerasi pendanaan proyek-proyek berbasis iklim di Bali.
Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Iklim Bali 2025 yang bertema "Titik Temu Ambisi dan Aksi Iklim," berlangsung di Hotel Prime Plaza, Sanur, pada Kamis (28/8/2025).
BCFP dirancang sebagai ekosistem kolaboratif yang menjembatani pemerintah, pengelola proyek, lembaga keuangan, dan investor. Platform ini bertujuan memfasilitasi pendanaan untuk proyek energi bersih, transportasi rendah emisi, dan solusi berbasis alam. Dukungan kuat datang dari berbagai pihak, seperti Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup, PT Sarana Multi Infrastruktur, HSBC Indonesia, Maybank Indonesia, dan JETP Indonesia.
Dalam pidato pembukaannya, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menekankan pentingnya inisiatif ini. "Program mitigasi maupun adaptasi iklim membutuhkan anggaran yang besar. Melalui platform ini, kami ingin membuka potensi skema pembiayaan inovatif bagi berbagai sektor," ujarnya.
Deputi Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Rachmat Kaimuddin, menambahkan bahwa platform ini krusial untuk mengurangi ketergantungan pada anggaran negara. Menurutnya, Indonesia membutuhkan investasi transisi iklim hingga Rp4 triliun hingga tahun 2030, dan APBN hanya mampu memenuhi 34 persen.
"Skema pembiayaan daerah seperti BCFP sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada APBN dan APBD,” tegasnya.
Kepala Sekretariat PMO, IGW Samsi Gunarta, menjelaskan bahwa BCFP bukan hanya sekadar wadah pencarian dana, tetapi juga ruang kolaborasi untuk membangun jaringan proyek yang layak secara finansial. Ia juga menambahkan bahwa platform ini selaras dengan program Transformasi Ekonomi Kerthi Bali.
Diskusi dalam acara tersebut juga menghadirkan sejumlah pandangan dari para ahli. Suzanty Sitorus dari ViriyaENB menyoroti pentingnya ekonomi regeneratif berbasis lokal, sementara Retno Marsudi, Utusan Khusus PBB untuk Air, membahas peran pendanaan internasional dalam ketahanan air.
Menutup diskusi, Nirarta Samadhi dari WRI Indonesia menekankan perlunya sinergi berbagai pihak untuk mempercepat transisi iklim. "Mulai dari dana lingkungan hidup, perbankan, lembaga keuangan internasional, filantropi, sektor swasta hingga modal ventura semua harus bersinergi agar transisi menuju emisi nol bersih bisa dipercepat," ujarnya.
Pekan Iklim Bali 2025 akan ditutup dengan Pesta Rakyat di Pantai Segara Ayu, Sanur, pada 30 Agustus 2025.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1136 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 895 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 718 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 665 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik