Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Pedagang Pasar Kumbasari Pilah Barang Dagangan Pascabanjir
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aktivitas para pedagang di Pasar Tradisional Kumbasari, Kota Denpasar, pascabanjir masih dipenuhi dengan kegiatan pembersihan dan pemilahan barang dagangan.
Mereka berupaya menyelamatkan produk yang masih layak jual, sekaligus menyingkirkan barang yang rusak akibat terjangan air.
Baca juga:
Kebakaran Toko Kain di Pasar Kumbasari, Saksi Sebut Pemilik Tidak Meletakkan Dupa di Dalam
Salah satunya dilakukan oleh Anak Agung Ngurah Indra Yamuna, pedagang alat-alat upacara adat Bali. Ia tampak sibuk memilah dagangannya di lapak pasar, Sabtu (13/9/2025).
"Saat ini melakukan evakuasi barang, yang mana saja masih bisa dijual dan tidak. Barang ini masih tersisa di kios-kios, kita rencananya akan bawa pulang, terutama mana masih dapat dibersihkan kita bersihkan saja," ujarnya.
Hal senada disampaikan pedagang roti, Komang Muliartawan. Ia menuturkan bahwa hampir semua dagangannya rusak akibat air banjir yang merendam area bawah Pasar Kumbasari.
"Barang di gudang masih saat itu dan air penuh, jadi hampir 100 persen semua rusak. Kondisi ini menyebabkan barang dagangan menjadi rusak akibat air banjir di aliran sungai Tukad Badung ini," paparnya.
Kedua pedagang ini berharap agar pemerintah dapat lebih cepat turun tangan membantu pembersihan pasar. Dengan begitu, para pedagang bisa segera membuka kembali lapak dan memulihkan aktivitas ekonomi seperti sediakala.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 680 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 632 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 468 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 454 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik