Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Kebakaran Griya di Desa Bakas Klungkung Diduga Akibat Gas Bocor
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Kebakaran melanda sebuah griya di Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, pada Senin (15/9/2025) pagi.
Meski hujan deras mengguyur wilayah tersebut, api tetap berhasil menghanguskan bagian dapur dan kamar tidur bangunan milik Ida Bagus Parwata.
Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Klungkung, Dewa Putu Suwarbawa, menjelaskan bahwa kebakaran bermula ketika pemilik rumah sedang mengganti tabung gas LPG di dapur. Saat itu listrik di rumah dalam kondisi mati.
Ketika pemilik mencoba menyalakan kembali aliran listrik, tiba-tiba terdengar ledakan keras dari area dapur.
"Ledakan tersebut memicu kobaran api yang langsung menyebar ke seluruh perabotan dapur dan merembet ke kamar di sebelahnya," jelas Dewa Putu Suwarbawa.
Baca juga:
Lansia Tewas Terjebak Kebakaran di Mendoyo
Menurutnya, api kemungkinan besar berasal dari kebocoran gas LPG saat proses penggantian tabung. Tim Damkar Klungkung menerima laporan sekitar pukul 09.42 WITA dan segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
"Proses pemadaman berlangsung cukup cepat, dan api berhasil dipadamkan pada pukul 10.35 WITA. Setelah itu, kami melanjutkan dengan proses pendinginan untuk mencegah api menyala kembali," tambah Suwarbawa.
Peristiwa ini ditaksir menimbulkan kerugian materiil mencapai jutaan rupiah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, meskipun sebagian besar bagian dalam rumah rusak parah.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan tabung gas LPG. Sambungan gas perlu dipastikan aman sebelum menyalakan listrik maupun peralatan lainnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/klk
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun