Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Disdikpora Badung Libatkan Psikolog Cegah Bullying di Sekolah
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dalam upaya mencegah perundungan (bullying) di sekolah, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung mengambil langkah serius dengan melibatkan psikolog.
Tidak hanya berfokus pada siswa, strategi ini juga memperkuat peran orang tua agar setiap anak, termasuk yang berkebutuhan khusus, merasa aman dan nyaman.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikpora Badung, Rai Twistyanti Raharja, menegaskan pentingnya sekolah ramah anak. Menurutnya, seluruh sekolah di Badung harus dapat menerima peserta didik berkebutuhan khusus.
“Ada kuota 5 persen untuk siswa inklusi kategori jalur afirmasi. Kenyataannya nggak bisa dibatasi, hanya di awal. Karena sering kali anak berkebutuhan khusus baru terdeteksi saat sudah di tengah masa pendidikannya,” paparnya, Kamis (18/9/2025).
Sebagai bagian dari strategi lingkungan inklusif, Disdikpora Badung mengerahkan belasan Guru Pendamping Khusus (GPK) yang bertugas secara mobile di berbagai sekolah. Selain itu, enam psikolog profesional juga dilibatkan untuk memberikan asesmen, konseling, dan pendampingan psikologis.
“GPK tidak punya kapasitas asesmen, tapi mereka fokus ke pendampingan, pembelajaran. Sedangkan asesmen itu dilakukan psikolog dari dinas", ujarnya.
Dalam tiga tahun terakhir, Disdikpora Badung telah melaksanakan pelatihan khusus bagi guru wali kelas melalui Diklat pendampingan belajar untuk siswa berkebutuhan khusus. Tujuannya agar guru bisa melakukan skrining awal serta memberikan pendampingan dasar.
“Kalau ada kasus bullying, psikolog segera turun, pendampingan ke korban maupun pelaku. Kami juga mengajak orang tua aktif terlibat melalui seminar parenting bareng psikolog," bebernya.
Seluruh layanan ini terintegrasi dalam Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kabupaten Badung, yang informasinya bisa diakses melalui media sosial.
"Selain sosialisasi rutin kepada siswa, Disdikpora juga menggelar seminar parenting untuk orang tua, yang penting dari upaya pencegahan," ucapnya.
Dengan langkah kolaboratif yang melibatkan psikolog, guru, dan orang tua, Disdikpora Badung berharap dapat menciptakan sekolah yang tidak hanya bebas dari perundungan, tetapi juga lebih suportif dan inklusif bagi seluruh siswa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3814 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1760 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang