Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 14 Mei 2026
BMKG Peringatkan Potensi Rob 5–9 November, Tujuh Wilayah Pesisir Bali Diminta Waspada
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi banjir pesisir atau rob yang dapat melanda sejumlah wilayah Bali pada 5–9 November 2025.
Kondisi ini berkaitan dengan fenomena fase Perigee dan Bulan Purnama yang diperkirakan memicu kenaikan signifikan pada muka air laut.
Baca juga:
Kepala BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi, Koster Instruksikan Mitigasi Total
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa faktor astronomis tersebut akan memengaruhi tinggi maksimum air laut di pesisir Bali.
"Adanya fenomena fase perigee dan Bulan Purnama pada tanggal 5 November 2025 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum," kata Cahyo, Senin (3/11) sore.
Ia menerangkan bahwa waktu terjadinya rob di setiap wilayah pesisir akan berbeda-beda, baik dari sisi hari maupun jam kejadian. Dampak yang timbul dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di kawasan pelabuhan, permukiman pesisir, tambak garam, hingga perikanan darat.
"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," ujarnya.
BMKG mencatat tujuh wilayah pesisir di Bali yang berpotensi terdampak rob selama periode tersebut, yakni:
1. Pesisir Selatan Kabupaten Tabanan
2. Pesisir Kabupaten Badung
3. Pesisir Kota Denpasar
4. Pesisir Kabupaten Gianyar
5. Pesisir Selatan Kabupaten Klungkung
6. Pesisir Selatan Kabupaten Karangasem
7. Pesisir Selatan Kabupaten Jembrana
Peringatan ini menjadi langkah antisipatif agar masyarakat pesisir meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan aktivitas harian, terutama terkait mobilitas di pelabuhan dan aktivitas ekonomi yang bergantung pada kondisi air laut. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1291 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 999 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 828 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 748 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik