Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pameran Rempah Buleleng, Ada Vitalitas Pria hingga Penawar Cetik

Senin, 10 November 2025, 17:42 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Pameran Rempah Buleleng, Ada Vitalitas Pria hingga Penawar Cetik.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Dinas Kebudayaan Buleleng menggelar pameran rempah di Museum Soenda Ketjil, eks Pelabuhan Buleleng, Senin (10/11). 

Pameran ini menonjolkan kekayaan rempah Bali, khususnya Buleleng, yang tidak hanya digunakan sebagai bumbu masakan tetapi juga memiliki manfaat untuk kesehatan, upacara adat, hingga seni rupa.

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Nyoman Wisandika, mengatakan pameran ini terbuka untuk masyarakat umum dan berlangsung selama enam hari hingga 16 November 2025. Rempah-rempah yang ditampilkan bersumber dari lontar kuno di Museum Gedong Kirtya dan divisualisasikan melalui display edukatif.

“Tentu kami harapkan dengan pameran ini bisa mengedukasi masyarakat bahwa rempah bisa digunakan untuk kesehatan, makanan, upacara, maupun seni," jelasnya.

Beragam rempah unik dipamerkan, di antaranya panglanang yang dipercaya meningkatkan vitalitas pria, ramuan obat batuk untuk bayi, obat sakit kaki, hingga penawar cetik kerikan gangsa. Pada ranah kuliner, rempah juga ditampilkan sebagai bahan dasar base genep—bumbu penting dalam kuliner Bali.

Kontribusi rempah dalam seni turut mendapat perhatian khusus. Pameran menampilkan berbagai bahan alam seperti daun pepaya untuk warna hijau, kemiri untuk warna hitam, mengkudu untuk menghasilkan warna coklat, hingga kayu secang yang dikenal sebagai penghasil warna merah alami.

"Pameran kami gelar dalam dua sesi setiap hari, yakni pagi dan sore hari. Kami sudah bersurat ke Disdikpora Buleleng agar siswa di tingkat TK sampai SMP dapat menghadiri pameran ini. Selain itu masyarakat umum juga diharapkan dapat mengunjungi pameran ini untuk menambah pengetahuannya terkait manfaat rempah," jelas Wisandika.

Lebih jauh, pameran ini juga diharapkan menjadi ruang edukasi serta sarana pelestarian warisan budaya yang lekat dalam kehidupan masyarakat Bali.

"Kami harap pameran ini bisa menjadi ruang edukasi sekaligus pelestarian warisan budaya yang mengakar kuat dalam tradisi masyarakat Bali," tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami