Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
Pameran Rempah Buleleng, Ada Vitalitas Pria hingga Penawar Cetik
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Kebudayaan Buleleng menggelar pameran rempah di Museum Soenda Ketjil, eks Pelabuhan Buleleng, Senin (10/11).
Pameran ini menonjolkan kekayaan rempah Bali, khususnya Buleleng, yang tidak hanya digunakan sebagai bumbu masakan tetapi juga memiliki manfaat untuk kesehatan, upacara adat, hingga seni rupa.
Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Nyoman Wisandika, mengatakan pameran ini terbuka untuk masyarakat umum dan berlangsung selama enam hari hingga 16 November 2025. Rempah-rempah yang ditampilkan bersumber dari lontar kuno di Museum Gedong Kirtya dan divisualisasikan melalui display edukatif.
“Tentu kami harapkan dengan pameran ini bisa mengedukasi masyarakat bahwa rempah bisa digunakan untuk kesehatan, makanan, upacara, maupun seni," jelasnya.
Beragam rempah unik dipamerkan, di antaranya panglanang yang dipercaya meningkatkan vitalitas pria, ramuan obat batuk untuk bayi, obat sakit kaki, hingga penawar cetik kerikan gangsa. Pada ranah kuliner, rempah juga ditampilkan sebagai bahan dasar base genep—bumbu penting dalam kuliner Bali.
Kontribusi rempah dalam seni turut mendapat perhatian khusus. Pameran menampilkan berbagai bahan alam seperti daun pepaya untuk warna hijau, kemiri untuk warna hitam, mengkudu untuk menghasilkan warna coklat, hingga kayu secang yang dikenal sebagai penghasil warna merah alami.
"Pameran kami gelar dalam dua sesi setiap hari, yakni pagi dan sore hari. Kami sudah bersurat ke Disdikpora Buleleng agar siswa di tingkat TK sampai SMP dapat menghadiri pameran ini. Selain itu masyarakat umum juga diharapkan dapat mengunjungi pameran ini untuk menambah pengetahuannya terkait manfaat rempah," jelas Wisandika.
Lebih jauh, pameran ini juga diharapkan menjadi ruang edukasi serta sarana pelestarian warisan budaya yang lekat dalam kehidupan masyarakat Bali.
"Kami harap pameran ini bisa menjadi ruang edukasi sekaligus pelestarian warisan budaya yang mengakar kuat dalam tradisi masyarakat Bali," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1070 Kali
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 836 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 391 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun