Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Sidang Perdana Togar Situmorang: Dakwaan Singgung Bareskrim, Imigrasi, dan Polres Badung
beritabali/ist/Sidang Perdana Togar Situmorang: Dakwaan Singgung Bareskrim, Imigrasi, dan Polres Badung.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pengacara Togar Situmorang yang biasa duduk di kursi penasehat hukum, kali ini justru menjadi terdakwa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (14/11).
Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Isak Ulingnoha itu menghadirkan Togar sebagai terdakwa dalam kasus dugaan penipuan terhadap kliennya.
Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Isa Ulinnuha membacakan dakwaan yang menyebut Togar diduga menipu kliennya, Fanni Lauren Christie, terkait upaya hukum atas sengketa properti Double View Mansions di kawasan Pererenan, Badung.
"Empat hari kemudian, pada 11 Agustus 2022, Fanni menyepakati tawaran itu dan menyerahkan uang muka Rp300 juta secara tunai," tulis dalam dakwaan.
Menurut jaksa, total dana yang diterima terdakwa mencapai Rp1,6 miliar, dengan iming-iming dapat melobi berbagai institusi penegak hukum.
Dalam dakwaan disebutkan, terdakwa meyakinkan korban bahwa agar Luca Simioni, warga negara Italia yang bersengketa dengan Fanni, bisa dijadikan tersangka di Bareskrim Polri, dibutuhkan dana tambahan Rp1 miliar.
"Terdakwa mengatakan hal tersebut hanya agar menyesatkan pemahaman saksi Fanni Lauren Christie sehingga tergerak hatinya mau menyerahkan uang kepada terdakwa," terang jaksa.
Tak hanya itu, terdakwa juga disebut mengaku memiliki hubungan keluarga dengan pejabat Imigrasi, bahkan menjanjikan deportasi terhadap Luca Simioni jika korban menyiapkan dana Rp500 juta. Namun, pejabat yang disebutkan sama sekali tidak memiliki hubungan maupun kesepakatan dengan terdakwa.
Kasus ini juga menyinggung Polres Badung, setelah terdakwa melalui pesan WhatsApp menulis: “Kapolres Badung have final agree and instruction to him make gelar and close this case.” Dalam percakapan lain, ia disebut meminta tambahan Rp200 juta untuk mengurus surat SP3.
“Padahal, penerbitan surat pemberitahuan penghentian penyelidikan tidak memerlukan uang sebesar itu dan Kapolres Badung tidak pernah meminta dana tersebut,” tegas jaksa dalam dakwaan.
Total dana yang diterima terdakwa dari korban mencapai sekitar Rp1,6 miliar. Atas perbuatannya, Togar Situmorang didakwa melanggar Pasal 378 KUHP tentang Penipuan atau alternatif Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, karena menggunakan tipu muslihat dan rangkaian kebohongan untuk memperoleh keuntungan pribadi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5758 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4591 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2197 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan