Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Menteri Nusron Minta Koster Siapkan Warga Bali Transmigrasi, 3 Juta Hektare Lahan Baru Dibuka
bbn/dok Humas Denpasar/Menteri Nusron Minta Koster Siapkan Warga Bali Transmigrasi, 3 Juta Hektare Lahan Baru Dibuka.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah pusat menyiapkan langkah besar dalam upaya mengatasi kemiskinan nasional.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan jutaan hektare lahan pertanian baru yang dapat dikelola masyarakat, sejalan dengan kebijakan transmigrasi yang kembali diaktifkan.
Dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Akhir Gugus Tugas Reforma Agraria di Gedung Wisma Sabha, Kantor Gubernur Bali, Rabu (26/11), Nusron menegaskan pentingnya pemerataan akses terhadap lahan produktif sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi angka kemiskinan.
"Bagaimana untuk mengatasi kemiskinan? Di Bali kalau tanahnya sudah tidak ada, iya mau tidak mau, harus transmigrasi seperti dulu," katanya.
Nusron menjelaskan bahwa Presiden Prabowo kini mewajibkan para pengusaha dan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) untuk menyediakan plasma bagi masyarakat sekitar. Jika sebuah kawasan belum memiliki penduduk, pemerintah akan mendatangkan warga dari daerah lain.
"Dulu para pengusaha berdalih, plasma-nya nggak bisa. Karena tidak ada masyarakat sekitar, karena ini baru di tengah Kalimantan sana, di tengah Papua sana. Pak Presiden tegas, saat ini pemerintah, kalau tidak ada (masyarakat), datangkan dari Jawa dari Bali," ujarnya.
Program transmigrasi yang dihidupkan kembali ini, kata Nusron, akan dipadukan dengan pembukaan sawah baru di luar Jawa. Langkah ini ditargetkan menyasar masyarakat pada kategori kemiskinan ekstrem.
Ia juga meminta Gubernur Bali Wayan Koster menyiapkan warga yang bersedia mengikuti program transmigrasi untuk menggarap lahan pertanian di wilayah-wilayah pengembangan baru.
"Jadi Pak Gubernur, kita siap-siap Pak Gubernur, warga Bali. Selain ini juga harus ada yang disiapkan untuk transmigrasi lagi untuk mengelola lahan yang di luar Bali," jelasnya.
Pemerintah pusat disebut telah menyiapkan sedikitnya 3 juta hektare lahan pertanian baru selama lima tahun ke depan, dengan lokasi di Merauke (Papua Selatan), Pulau Buru (Maluku), Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan.
"Apakah di Merauke yang sudah akan hari ini targetnya 2,4 juta (hektar) di Merauke. Kemudian di Pulau Buru, maupun di Kalimantan Timur, maupun di Sumatera Selatan. Akan dibuka plus minus selama 5 tahun ini adalah hampir 3 juta hektare tetap sawah baru. Dan itu memang akan matching dengan program transmigrasi dan program reforma agrarian," ujarnya.
Nusron menegaskan program reforma agraria ini diarahkan untuk menciptakan pemerataan kepemilikan tanah dan menghindari ketimpangan akses lahan.
"Yang mana bisa menjamin semua warga Negara Indonesia memiliki tanah airnya sendiri. Jangan sampai tinggal dan lahir di sini, tanahnya dikelola oleh orang asing," ujarnya. (sumber: merdeka.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8525 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5882 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3685 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2518 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar