Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 10 Juni 2026
Mendiktisaintek Ajak Gen-Z Calon Pemimpin Bangsa untuk Berpikir Global
Future Leaders Camp Regional V di Undiksha
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memaparkan berbagai tantangan geopolitik global kepada peserta Indonesia Future Leaders Camp (FLC) Regional V yang digelar di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Rabu (26/7).
Tantangan yang disebut sebagai wicked problems itu dinilai sebagai persoalan kompleks yang saling terkait dan membutuhkan respons luar biasa dari generasi muda Indonesia.
Di hadapan 60 peserta yang terdiri dari ketua dan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta organisasi ekstra kampus, Menteri Brian menegaskan urgensi transformasi besar agar Indonesia sejajar dengan negara-negara maju.
"Krisis iklim, ketimpangan ekonomi, revolusi digital, krisis kepercayaan sosial, serta disrupsi nilai dan pekerjaan akibat kecerdasan buatan, perlu direspons dengan ambisi besar, untuk menjadi negara maju," ungkap Menteri Brian kepada para peserta FLC di Auditorium Sumber Daya Pembelajaran (SDP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).
Ia juga menyoroti stagnasi sektor manufaktur yang membuat Indonesia masih bergantung pada negara lain. Menurutnya, bangsa ini membutuhkan lompatan besar untuk meningkatkan daya saing.
Transformasi tersebut, kata Brian, hanya dapat terwujud bila generasi muda memiliki kualitas kepemimpinan yang kuat.
"FLC ini adalah satu gagasan untuk menyiapkan generasi masa depan bangsa kita, menjadi upaya untuk menstimulus para mahasiswa (agar, red) paham paradigma dan wawasan global sejak dini," ujar Menteri Brian.
Ia menekankan bahwa aktivitas organisasi dan kepemimpinan di kampus adalah ruang belajar penting untuk mengasah kemampuan multitasking dan pola pikir komprehensif.
"Salah satu hal yang membuat orang berhasil itu adalah yang bisa melakukan multi tasking, memikirkan banyak hal secara bersamaan dan tetap bisa tenang me-manage problem yang ada. Itu sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam leadership. Pekerjaan apa pun membutuhkan leadership. Mereka yang sukses adalah mereka yang memiliki kapasitas kepemimpinan yang baik," urai Menteri Brian.
Bangun Generasi Pemimpin
Menteri Brian juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo mengenai pentingnya ambisi besar dalam membangun bangsa. Ia mencontohkan negara seperti Amerika, Cina, Korea, dan Jepang yang keberhasilannya ditopang oleh generasi muda yang punya mimpi besar.
"Adik-adik bisa perhatikan, bangsa bisa maju itu seperti apa, negara-negara yang maju itu diisi oleh anak-anak muda yang punya ambisi tinggi, Bangsa kita harus sejajar dengan negara-negara lain, kalau negara kita tidak maju, kita belum akan dianggap sebagai negara yg besar," ungkap Menteri Brian.
Sebagai penutup, Brian memberikan motivasi kepada para peserta FLC.
"Jangan khawatir latar belakang anda. Siapapun anda, anda bisa capai itu. Kuncinya satu, mimpi yang setinggi-tingginya. Tapi kemudian anda juga harus kejar terus secara tekun mimpi besar tersebut," pungkas Menteri Brian.

Orkestrasi Kompetensi Generasi Muda
Rektor Undiksha I Wayan Lasmawan turut berbagi pengalaman sebagai bentuk inspirasi. Ia menuturkan perjalanan hidupnya yang berasal dari desa terpencil hingga berhasil meraih gelar profesor di usia 36 tahun.
Rektor menegaskan pentingnya mengenal potensi diri dan mengorkestrasi kompetensi untuk masa depan.
"Hidup harus dijalani, masa depan harus diperjuangkan. Jika ingin lebih baik, maka perjuangkanlah kebaikan itu. Untuk apa jadi followers kalau bisa jadi trendsetter. Jangan hanya menjadi pengikut, kalau bisa jadi leader. Itu yang penting," tegasnya.
Baca juga:
Tingkat Kelulusan PPG Undiksha Capai 98 Persen, Cetak Guru Profesional dari Sabang hingga Merauke
Tentang FLC
Indonesia Future Leaders Camp merupakan program regenerasi kepemimpinan nasional yang digagas Kemdiktisaintek. Program ini dirancang sebagai wadah penguatan kepemimpinan strategis bagi ketua atau pengurus BEM serta organisasi ekstra kampus melalui pendekatan experiential learning.
Hingga akhir November, FLC telah berlangsung di lima kawasan:
- Regional I (Jakarta, Jabar, Banten)
- Regional II (Sumatera)
- Regional III (Sulawesi, Papua, Maluku)
- Regional IV (Jawa Tengah, Jawa Timur)
- Regional V (Bali, Kalimantan, NTB, NTT)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli