Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Badung Matangkan Pembentukan BUMD Infrastruktur dan Kesehatan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemerintah Kabupaten Badung mematangkan rencana pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Infrastruktur dan BUMD Kesehatan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang dipimpin Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Yudistira-Bima Room, Harris Hotel & Residence Sunset Road Bali, Kamis (23/7/2026).
FGD tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat landasan pembentukan dua BUMD yang diharapkan mampu meningkatkan pelayanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan ini dihadiri Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri A. Fathoni, Direktur BUMD, BLUD dan Barang Milik Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri H. Yudia Ramli, Kasubdit BUMD, Lembaga Keuangan dan Aneka Usaha Ditjen Bina Keuangan Daerah Bambang Ardianto, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Tim Perumus Kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung, serta Tim Pelaksana Kajian Pendirian BUMD.
Dalam sambutannya, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Dalam Negeri yang hadir memberikan arahan dalam proses pembentukan BUMD tersebut.
"FGD ini memiliki peran sangat strategis untuk menyamakan persepsi terkait ketentuan, persyaratan, dan hal prinsipil dalam pembentukan BUMD. Dengan kehadiran narasumber berkompeten dari pusat, kami yakin rencana pembentukan BUMD yang telah lama disusun dapat segera terwujud dengan dasar yang kuat dan tepat aturan," ujar Adi Arnawa.
Menurut Adi Arnawa, Kabupaten Badung memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi nasional. Pada tahun 2025, sektor pariwisata Badung tercatat menyumbang devisa sebesar Rp176 triliun atau sekitar 55 persen dari total devisa pariwisata nasional yang mencapai Rp319,9 triliun.
Selain sektor pariwisata, data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan sektor perdagangan, transportasi, pergudangan, dan akomodasi menjadi motor penggerak utama perekonomian Kabupaten Badung.
Pesatnya pertumbuhan ekonomi tersebut, lanjutnya, harus diimbangi dengan penyediaan infrastruktur dan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Kebutuhan pembangunan transportasi, sistem pengelolaan parkir, hingga layanan kesehatan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
"Melalui pembentukan BUMD Infrastruktur dan BUMD Kesehatan, Pemkab Badung berupaya mengelola potensi ekonomi daerah secara mandiri, sekaligus mempercepat penyediaan layanan publik yang optimal. BUMD diharapkan menjadi penggerak ekonomi daerah, meningkatkan pendapatan asli daerah, serta memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Dalam FGD tersebut, peserta membahas berbagai aspek penting, mulai dari kajian kelayakan, struktur organisasi, model bisnis, hingga landasan hukum pendirian BUMD Infrastruktur dan BUMD Kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Badung berharap seluruh masukan dari Kementerian Dalam Negeri dapat menyempurnakan konsep yang telah disusun sehingga pembentukan kedua BUMD dapat berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan segera beroperasi untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5747 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4589 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2549 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan