Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Badung Matangkan Pembentukan BUMD Infrastruktur dan Kesehatan

Jumat, 24 Juli 2026, 11:08 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemkab Badung/Badung Matangkan Pembentukan BUMD Infrastruktur dan Kesehatan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Pemerintah Kabupaten Badung mematangkan rencana pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Infrastruktur dan BUMD Kesehatan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang dipimpin Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Yudistira-Bima Room, Harris Hotel & Residence Sunset Road Bali, Kamis (23/7/2026).

FGD tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat landasan pembentukan dua BUMD yang diharapkan mampu meningkatkan pelayanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kegiatan ini dihadiri Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri A. Fathoni, Direktur BUMD, BLUD dan Barang Milik Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri H. Yudia Ramli, Kasubdit BUMD, Lembaga Keuangan dan Aneka Usaha Ditjen Bina Keuangan Daerah Bambang Ardianto, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Tim Perumus Kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung, serta Tim Pelaksana Kajian Pendirian BUMD.

Dalam sambutannya, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Dalam Negeri yang hadir memberikan arahan dalam proses pembentukan BUMD tersebut.

"FGD ini memiliki peran sangat strategis untuk menyamakan persepsi terkait ketentuan, persyaratan, dan hal prinsipil dalam pembentukan BUMD. Dengan kehadiran narasumber berkompeten dari pusat, kami yakin rencana pembentukan BUMD yang telah lama disusun dapat segera terwujud dengan dasar yang kuat dan tepat aturan," ujar Adi Arnawa.

Menurut Adi Arnawa, Kabupaten Badung memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi nasional. Pada tahun 2025, sektor pariwisata Badung tercatat menyumbang devisa sebesar Rp176 triliun atau sekitar 55 persen dari total devisa pariwisata nasional yang mencapai Rp319,9 triliun.

Selain sektor pariwisata, data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan sektor perdagangan, transportasi, pergudangan, dan akomodasi menjadi motor penggerak utama perekonomian Kabupaten Badung.

Pesatnya pertumbuhan ekonomi tersebut, lanjutnya, harus diimbangi dengan penyediaan infrastruktur dan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Kebutuhan pembangunan transportasi, sistem pengelolaan parkir, hingga layanan kesehatan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

"Melalui pembentukan BUMD Infrastruktur dan BUMD Kesehatan, Pemkab Badung berupaya mengelola potensi ekonomi daerah secara mandiri, sekaligus mempercepat penyediaan layanan publik yang optimal. BUMD diharapkan menjadi penggerak ekonomi daerah, meningkatkan pendapatan asli daerah, serta memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Dalam FGD tersebut, peserta membahas berbagai aspek penting, mulai dari kajian kelayakan, struktur organisasi, model bisnis, hingga landasan hukum pendirian BUMD Infrastruktur dan BUMD Kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Badung berharap seluruh masukan dari Kementerian Dalam Negeri dapat menyempurnakan konsep yang telah disusun sehingga pembentukan kedua BUMD dapat berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan segera beroperasi untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Badung



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami