Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Lima Kali Gempa Guncang Buleleng dalam Semalam
BERITABALI.COM, BULELENG.
Gempa bumi mengguncang wilayah Buleleng sebanyak lima kali pada Rabu (26/11) malam. Seluruh guncangan tercatat berpusat di wilayah tenggara Buleleng.
Menurut data BMKG, gempa pertama terjadi pada pukul 19.33 WIB dengan kekuatan 2,9 skala richter. Beberapa menit kemudian gempa susulan atau gempa kedua kembali terjadi pada pukul 19.36 WIB dengan kekuatan 2,4 skala richter.
Gempa ketiga tercatat pada pukul 19.41 WIB dengan kekuatan 3,0 skala richter. Guncangan keempat terjadi pada pukul 21.07 WIB dengan kekuatan 2,1 skala richter, sedangkan gempa kelima terjadi pada pukul 23.26 WIB dengan kekuatan 2,6 skala richter.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, menyampaikan bahwa meski gempa mengguncang hingga lima kali, pihaknya belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
"Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa," jelasnya, Kamis (27/11/2025).
Atas kejadian ini, Suyasa mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap ancaman gempa yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
"Kami melalui bidang kesiapsiagaan bencana juga rutin melakukan edukasi dan simulasi penanganan gempa di desa, lingkungan sekolah dan perguruan tinggi," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3023 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2070 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2043 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1822 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun