Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Bencana di Bali Meningkat, 50 Kejadian Tewaskan 41 Orang Sepanjang 2025
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Provinsi Bali melalui BPBD Provinsi Bali menggelar Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi 2025–2026 sebagai langkah memperkuat kesiapan menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Januari hingga Februari 2026.
Apel ini merupakan tindak lanjut mandat nasional untuk mengoptimalkan mitigasi di tengah meningkatnya ancaman cuaca ekstrem.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Indra, menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan tugas negara yang harus dilaksanakan secara disiplin, terpadu, dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa arah mitigasi ini sejalan dengan visi pembangunan Bali, Nangun Sad Kerthi Loka Bali, yang memuat nilai-nilai Sad Kerthi sebagai landasan perlindungan jiwa, lingkungan, dan ruang hidup masyarakat Bali.
Apel siaga ini sekaligus menjadi momentum evaluasi menyeluruh atas kejadian bencana sepanjang 2025. Berdasarkan data BPBD kabupaten/kota, tercatat sedikitnya 50 bencana terjadi di Bali selama Januari hingga Oktober 2025. Bencana tersebut didominasi cuaca ekstrem dan banjir, dengan dampak signifikan berupa 41 korban meninggal, 18 luka-luka, 812 warga mengungsi atau terdampak, serta 1.463 bangunan dan 129 jaringan jalan-jembatan rusak. Selain itu, 76 hektare lahan terbakar dengan total kerugian mencapai ± Rp145,4 miliar.
Angka ini meningkat signifikan dibandingkan periode 2024 yang mencatat 41 kejadian bencana, 33 korban meninggal, serta kerugian ± Rp11,8 miliar. Data ini menunjukkan bahwa frekuensi sekaligus dampak bencana hidrometeorologi di Bali semakin besar dari tahun ke tahun.
Memasuki Desember 2025 hingga Februari 2026, curah hujan diprediksi terus meningkat. Sejumlah wilayah seperti Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, dan Jembrana berpotensi mengalami banjir, sementara Bangli, Karangasem, Buleleng, dan Tabanan perlu mewaspadai risiko longsor. Sekda menegaskan pentingnya kesiapan personel, jalur komunikasi, peralatan, hingga lokasi evakuasi.
Dalam kesempatan tersebut, Kalaksa BPBD Provinsi Bali, Gede Teja, menyampaikan bahwa seluruh unsur penanggulangan bencana berada dalam status siap operasi. Personel TRC, relawan, pecalang, hingga armada pendukung telah disiagakan untuk merespons cepat bila cuaca ekstrem memicu bencana di lapangan.
Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan tidak dilakukan untuk menimbulkan kecemasan, melainkan memastikan masyarakat merasa aman karena pemerintah hadir sejak sebelum bencana terjadi. Pemerintah kabupaten/kota juga diminta mempercepat normalisasi drainase dan pembersihan sungai serta memperkuat komunikasi risiko kepada masyarakat.
Pemerintah Provinsi Bali mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menghindari aktivitas di sungai, tebing, maupun pesisir saat hujan deras. Warga di wilayah rawan diminta segera mengungsi jika situasi memburuk serta melaporkan potensi bahaya kepada layanan darurat.
Sekda menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas tertinggi. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, tokoh adat, media, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan Bali melewati puncak musim hujan secara aman dan terkendali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1468 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1106 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 954 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 848 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik