Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kabel Bawah Tanah Hambat Pengerjaan Trotoar Sanur

Senin, 8 Desember 2025, 20:49 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Kabel Bawah Tanah Hambat Pengerjaan Trotoar Sanur.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pengerjaan trotoar di Kota Denpasar berpotensi tersendat bahkan bisa mengalami pembongkaran ulang. Kendala utama terjadi karena jalur akses Sistem Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) masih tertinggal akibat risiko keberadaan kabel bawah tanah.

Progres pembangunan SJUT di kawasan Jalan Danau Tamblingan, Sanur, Denpasar, menunjukkan ketertinggalan signifikan pada pengerjaan jalur akses. Hingga saat ini, capaian pekerjaan baru mencapai 45,59 persen, jauh dari target yang harus diselesaikan dalam waktu 18 hari menuju batas akhir 13 Desember 2025.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menjelaskan bahwa terhambatnya pekerjaan disebabkan oleh pengerjaan drainase, trotoar, lampu, serta penurunan kabel yang belum tuntas. Kondisi ini membuat proses finishing belum bisa dilakukan secara menyeluruh.

“Jadi tidak bisa finishing langsung, ada di beberapa titik dalam jarak 50 meter pasti ada yang terbongkar,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Ia menambahkan, hingga kini masih menunggu pemasangan lampu serta penurunan kabel. Jika pengerjaan ditutup saat ini, dikhawatirkan akan kembali dibongkar dan menimbulkan masalah baru.

Dengan pertimbangan tersebut, target penyelesaian pekerjaan diperpanjang hingga 20 Desember 2025. Terkait pemasangan batu andesit yang dinilai tidak rapi, Jaya Negara menjelaskan bahwa penataannya memang dibuat tidak terlalu tinggi karena kawasan tersebut merupakan kawasan pariwisata.

"Harapan kita di kawasan tersebut tak ada orang parkir, sebab akan dimanfaat guna orang lari maupun jalan tak terlalu tinggi dengan konteks sebagai kawasan pariwisata," kata Jaya Negara.

Sementara itu, tenaga pendamping pembangunan SJUT, I Made Ardana, menjelaskan bahwa keterlambatan terjadi akibat berbagai kendala teknis di lapangan, khususnya terkait keberadaan jaringan utilitas bawah tanah milik PLN, PDAM, Telkom, dan DSDP yang tidak sesuai standar kedalaman.

Menurut Ardana, hasil temuan di lapangan menunjukkan beberapa jaringan utilitas dipasang tidak sesuai aturan. PDAM dan Telkom seharusnya berada di kedalaman minimal 1,5 meter, namun faktanya hanya sekitar 1 meter.

"PLN juga tidak berani menjamin jalur aman karena pendeteksi mengindikasikan kabel bertegangan berada di bawah titik pengeboran,” ujarnya.

Ia menegaskan kondisi tersebut sangat berbahaya bagi pekerja. Apabila bor menyentuh kabel bertegangan, risiko blackout hingga kecelakaan kerja sangat tinggi.

"Karena itu pengeboran dilakukan manual. Mesin tidak bisa digunakan karena hambatan kabel listrik,” tambahnya.

Selain itu, struktur tanah di beberapa titik, terutama di jalur dekat Hotel Hyatt berupa pasir putih yang mudah kembali menutup apabila kabel tidak segera ditarik. Kondisi ini menyebabkan proses penggalian harus dilakukan berulang kali.

Di sisi lain, pengerjaan jalur backbone justru menunjukkan progres lebih cepat dari jadwal. Dari target 3,81 persen per hari, capaian rata-rata harian mencapai 4,50 persen. Dengan demikian, pengerjaan backbone diperkirakan rampung dalam 16 hari, lebih cepat dua hari dari target.

Sebagai upaya percepatan, pihak kontraktor telah menambah jumlah tenaga kerja menjadi dua kali lipat sejak 26 November 2025. Saat ini, sebanyak 54 tenaga kerja dikerahkan di lapangan.

"Keterlambatan ini terjadi bukan karena pekerjaan tidak berjalan, tetapi karena faktor keselamatan dan kepastian jalur aman, yang kami pastikan terlebih dahulu. Koordinasi dengan PLN, PDAM, Telkom, dan DSDP terus kami lakukan,” tegasnya.

Untuk mengejar target, pengerjaan jalur akses masih membutuhkan progres harian sebesar 3,02 persen. Namun saat ini, pencapaian rata-rata harian baru berada di angka 1,55 persen.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/maw



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami