Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Wabah Ulat Bulu Kembali Serang Serongga Tengah, Warga Gianyar Resah
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Warga Banjar Serongga Tengah, Desa Serongga, kembali dibuat resah akibat serangan ribuan ulat bulu yang menyerang pohon sandat (kenanga) dan bahkan masuk ke rumah-rumah warga. Dalam sepekan terakhir, kondisi ini semakin parah dan mengganggu aktivitas harian masyarakat.
Peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada tahun 2025, warga juga pernah diguncang serangan ulat bulu serupa. Pohon sandat yang menjadi ikon desa sekaligus sumber penghidupan masyarakat kini tampak rusak dan gundul karena daunnya dimakan habis.
Berbagai upaya penanggulangan telah dilakukan warga, mulai dari mengumpulkan ulat secara manual hingga menyemprotkan cairan pembasmi serangga seperti baygon. Namun, hasilnya masih jauh dari harapan.
“Untuk antisipasi, tiang mohon pihak terkait bisa membantu untuk penanganannya,” ujar tokoh warga I Ketut Astawa Suyasa, Kamis (11/12/2025).
Ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan karena sudah sangat mengganggu kenyamanan dan aktivitas harian masyarakat. Ratusan warga kini terdampak, di mana ulat bulu merayap hingga ke ruang tamu, kamar tidur, dapur, serta area istirahat. Banyak warga mengeluhkan rasa gatal dan potensi alergi yang muncul akibat kontak dengan ulat tersebut.
Dampak ekonomi juga dirasakan sebagian besar warga. Dewa I Nyoman Sudiarta, salah seorang warga, mengaku pendapatannya menurun drastis karena bunga sandat, yang menjadi sumber utama penghasilan warga, mengalami penurunan produksi akibat daun pohon yang habis dimakan ulat.
“Sandat sudah bertahun-tahun menjadi sumber utama penghasilan di Banjar Serongga Tengah. Kalau terus begini, kami sangat kewalahan,” ungkapnya.
Pohon sandat merupakan ciri khas Banjar Serongga Tengah. Hampir setiap rumah menanam pohon ini, dan bunganya dijual ke pasar, pedagang canang, hingga pelaku upacara adat. Wabah ulat bulu yang muncul berulang kali membuat warga khawatir terhadap keberlanjutan tanaman yang menjadi identitas sekaligus tumpuan ekonomi desa.
Masyarakat berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah terpadu, mulai dari penyemprotan dalam skala besar, penelusuran penyebab wabah, hingga penerapan langkah pencegahan agar serangan ulat bulu tidak terus berulang setiap tahun.
Kondisi ini menjadi peringatan bahwa serangan hama musiman dapat berdampak serius, tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada hasil alam.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3789 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1732 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang