Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Duka Berlapis di Panjer, Keponakan Tewas Terbakar Tepat 5 Tahun Anak Kecelakaan Pesawat
beritabali/ist/Duka Berlapis di Panjer, Keponakan Tewas Terbakar Tepat 5 Tahun Anak Kecelakaan Pesawat.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Duka mendalam menyelimuti Zetwadu (63), pemilik rumah kontrakan yang terbakar di kawasan Banjar Sasih, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan.
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 23.00 WITA itu merenggut nyawa keponakannya, Gerson Mengidima, yang selama ini telah diasuh dan dianggap sebagai anak kandung.
Korban ditemukan meninggal dunia di dalam kamar lantai dua rumah semi permanen tersebut. Tragedi ini kian memilukan karena terjadi tepat lima tahun setelah Zetwadu kehilangan anak kandungnya, Mia Tresetyani Wadu, pramugari Sriwijaya Air SJY–182 yang meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat rute Jakarta–Pontianak pada 9 Januari 2021.
Ditemui di lokasi kejadian, pria asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mengaku saat kebakaran terjadi dirinya sedang tertidur karena sakit. Ia mulai beristirahat sejak pukul 19.00 WITA dan terbangun sekitar pukul 23.30 WITA setelah mendengar teriakan anak angkatnya, Titok.
"Saya bersama istri lalu bangun untuk menyelamatkan diri karena api sudah besar di plafon kamar tengah," ungkapnya.
Menurut Zetwadu, lantai dua rumah kayu tersebut ditempati oleh Titok dan Gerson. Saat kebakaran terjadi, api dengan cepat membesar dan mengepung bangunan, sementara korban berada di dalam kamar.
“Jadi, cerita dari anak angkat saya Titok, sebelum kejadian dia main HP di depan kamar di lantai dua. Sementara Gerson (korban meninggal) di dalam kamar, juga main HP dan menyambungkan headset ke telinganya," terangnya.
Ia mengaku saat itu tidak ada seorang pun yang berani naik ke lantai dua karena api sudah mengepung seluruh bangunan. Zetwadu sempat menduga keponakannya berhasil menyelamatkan diri.
“Analisa saya, saat itu dia sudah berusaha menyelamatkan diri. Pada saat hendak keluar dari kamar, lantai yang terbuat dari papan triplek rapuh dan jebol hingga membuat jatuh ke lantai satu. Sementara saat yang sama di lantai satu apinya sudah besar,” ujarnya.
Zetwadu mengatakan jenazah korban ditemukan di bawah tumpukan kayu dengan luka bakar di sekujur tubuh. Kondisi wajah korban juga sudah gosong akibat terpapar api.
"Dari keterangan yang saya terima, tubuhnya sudah hangus dan bagian muka depan ikut hangus. Saya syok tadi malam dan tidak bisa melihat," bebernya.
Ia kembali menegaskan bahwa Gerson merupakan keponakannya yang diasuh sejak kecil dan diperlakukan layaknya anak sendiri. Korban dikenal rajin dan sehari-hari bekerja di Gereja GPIB Maranatha Denpasar, Dangin Puri, Denpasar Timur.
Baca juga:
Sehari Dua Kebakaran Terjadi di Ubud
"Ini bertepatan dengan meninggalnya anak saya pramugari saat kecelakaan pesawat lima tahun lalu. Saya sangat sedih sekali hari ini," ungkapnya.
Terkait prosesi pemakaman, Zetwadu menyebut pihak keluarga masih melakukan pembahasan. Hingga kini, jenazah korban masih dititipkan di kamar jenazah RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 707 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 649 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 477 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 461 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik