Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kasus LSD Pertama Ditemukan di Bali, 28 Sapi di Jembrana Terinfeksi

Rabu, 14 Januari 2026, 11:03 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/ dok Beritabali.com/Kasus LSD Pertama Ditemukan di Bali, 28 Sapi di Jembrana Terinfeksi.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali memastikan penyakit yang menyerang ternak sapi di Kabupaten Jembrana adalah Lumpy Skin Disease (LSD), penyakit hewan menular yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus (LSDV). 

Temuan ini menjadi kasus introduksi pertama LSD yang terkonfirmasi di Bali. Kasus tersebut pertama kali terdeteksi pada 24 Desember 2025 setelah Balai Besar Veteriner Denpasar menerima laporan adanya sapi dengan gejala khas LSD, seperti benjolan pada kulit, demam, serta pembengkakan di bagian leher. Menindaklanjuti laporan itu, petugas melakukan pengambilan sampel darah dan kerokan kulit pada 26 Desember 2025 untuk pemeriksaan laboratorium.

Hasil uji Polymerase Chain Reaction (PCR) yang keluar pada 27 Desember 2025 menunjukkan sampel positif LSD. Temuan tersebut kemudian diperkuat melalui pemeriksaan laboratorium rujukan nasional di Balai Besar Veteriner Wates pada 29 Desember 2025 dengan hasil yang sama.

“Kami harus menyampaikan bahwa ini merupakan kasus introduksi pertama LSD di Bali dan kami langsung bergerak cepat sejak hasil laboratorium keluar,” tegas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada.

Investigasi lapangan dilakukan pada 5 Januari 2026 di Desa Baluk, Kecamatan Negara, serta sejumlah wilayah lain yang terindikasi terdampak, di antaranya Kaliakahm Banyubiru, Berangbang, dan Manistuttu. Dari hasil pemantauan, tercatat sebanyak 28 ekor sapi menunjukkan indikasi terinfeksi LSD, dengan beberapa ekor dilaporkan mati.

“Indikasi sumber penularan berasal dari pemasukan ilegal ternak terinfeksi dari luar Bali.Karena itu, pengawasan lalu lintas ternak kini kami perketat secara menyeluruh,” ujar Sunada.

Sebagai langkah pengendalian, pemerintah menetapkan sejumlah strategi, mulai dari pemotongan bersyarat terhadap ternak yang menunjukkan gejala klinis dengan pengawasan dokter hewan, pengendalian vektor serangga penghisap darah di sekitar kandang, hingga pengetatan biosekuriti untuk mencegah penyebaran ke wilayah lain.

Surveilans aktif dan pasif juga terus dilakukan secara berkelanjutan. Penanganan kasus ini melibatkan koordinasi lintas sektor, mulai dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, hingga Kementerian Pertanian melalui Direktorat Kesehatan Hewan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Balai Besar Veteriner Denpasar.

Dalam keterangannya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil pemerintah didasarkan pada kajian ilmiah dan hasil pemeriksaan laboratorium.

“Kami bekerja berdasarkan hasil laboratorium, bukan spekulasi. Pemeriksaan laboratorium telah dilakukan. investigasi lapangan sudah berjalan, dan semua langkah mitigasi kini diterapkan. Kami memastikan penanganan yang terukur, terkoordinasi dan sesuai standar kesehatan hewan nasional.”

Pemprov Bali melalui Distanpangan Bali mengimbau masyarakat, khususnya para peternak, agar tidak panik namun tetap waspada. Setiap temuan gejala mencurigakan pada ternak diminta segera dilaporkan kepada petugas terkait dan masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami memahami kekahwatiran para peternak. Namun kami memastikan pemerintah hadir dan bekerja serius. Yang terpenting, tetap jaga biosekuriti kandang, lakukan pelaporan, dan jangan mengambil keputusan sendiri terhadap ternak terindikasi,” tutup Sunada. (sumber: distanpangan.baliprov.go.id)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami