Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Cegah Investasi Bodong, ASN Badung Dibekali Literasi Keuangan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemerintah Kabupaten Badung melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus memperkuat literasi keuangan aparatur sipil negara (ASN) guna membentengi mereka dari maraknya investasi ilegal.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Financial Clinic #3 bertajuk “ASN Anti Boncos: Memahami Investasi Legal dan Bahaya Investasi Bodong”.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Kuta Selatan, tepatnya di Ruang Pertemuan Kantor Camat Kuta Selatan, Kamis (19/2/2026). Program tersebut menjadi bagian dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) yang bertujuan meningkatkan literasi serta kecakapan pengelolaan keuangan di kalangan ASN.
Acara dibuka oleh Camat Kuta Selatan, Dr. I Ketut Gede Arta, dan diikuti oleh 30 staf Kantor Camat serta perwakilan staf dari seluruh kelurahan dan desa se-Kecamatan Kuta Selatan.
“Pada hari ini dilakukan sosialisasi berkaitan dengan literasi keuangan bagi ASN di Kecamatan Kuta Selatan. Selain menjalankan tugas pelayanan publik, seluruh pegawai diharapkan memiliki literasi terhadap investasi. Jangan sampai pemahaman mengenai investasi justru diperoleh dari media sosial yang belum tentu kebenarannya. Yang ingin kita bangun bukan hanya peningkatan kualitas pelayanan publik, tetapi juga sumber daya manusia yang profesional”, ujar Camat Kuta Selatan, Dr. I Ketut Gede Arta.
Dalam kegiatan tersebut, ASN juga diperkenalkan pada lima komponen utama literasi keuangan, yakni regulasi, narasi, aksi, dampak, dan keberlanjutan. Pemahaman menyeluruh terhadap kelima aspek ini diharapkan mampu mencegah ASN menjadi korban investasi bodong, sekaligus menjadikan mereka sumber informasi yang tepat bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan literasi yang diberikan dapat bermanfaat dan berdampak, baik bagi kemampuan personal ASN maupun dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat”, lanjut Dr. I Ketut Gede Arta.
Financial Clinic #3 menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali serta Bank BPD Bali Cabang Badung.
Perwakilan Bank BPD Bali Cabang Badung, Putu Eli Desi Arisandi, menegaskan pentingnya literasi keuangan sebagai benteng awal dalam menghadapi berbagai penawaran keuangan ilegal yang semakin beragam.
"Tanpa literasi keuangan yang memadai, masyarakat akan mudah terpengaruh berbagai penawaran yang menyesatkan, misalnnya pinjaman online ilegal, investasi bodong, dan kejahatan siber yang mengatasnamakan lembaga keuangan resmi. Hal tersebut tentu dapat merugikan nasabah maupun instansi”, katanya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, ASN semakin sadar akan pentingnya pengelolaan keuangan secara sederhana, bijak, dan terencana.
"Semoga dari financial clinic ini masyarakat menjadi lebih sejahtera, aman, serta terlindungi dari praktik keuangan ilegal”, pungkas Eli Desi.
Melalui Financial Clinic #3, Pemkab Badung menegaskan komitmennya untuk menjadikan ASN sebagai garda terdepan dalam literasi keuangan, sekaligus sebagai agen edukasi bagi masyarakat dalam mengenali investasi legal dan menghindari investasi bodong.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Badung
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3734 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1675 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang