Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Dua Sekolah di Denpasar Dibobol Maling, Kerugian Puluhan Juta Rupiah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Timur meringkus dua pelaku pencurian yang beraksi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Kesiman, Jalan Waribang, dan SDN 12 Kesiman, Jalan Pucuk Bang, Denpasar Timur. Aksi pencurian tersebut terjadi pada Sabtu, 14 Februari 2026, dan menyebabkan kerugian puluhan juta rupiah.
Dua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial HA (17) dan ADP (18). Keduanya ditangkap di lokasi berbeda, yakni di sekitar Lapangan Kapten Japa dan Jalan Gelogor Carik, Denpasar Selatan, pada Rabu, 18 Februari 2026. Dari hasil pemeriksaan, diketahui HA merupakan residivis kasus pencurian sekolah di wilayah Gianyar.
Dalam keterangan persnya, Kapolsek Denpasar Timur Ketut Tomiyasa menjelaskan, kasus pencurian ini dilaporkan oleh I Wayan Suhendra (38) dan Ni Komang Maryani (54). Informasi awal diketahui melalui pesan di grup WhatsApp sekitar pukul 07.09 WITA yang menyebutkan SDN 05 Kesiman dibobol maling.
"Di sekolah tersebut, hilang 9 unit cromebook, satu unit laptop di ruang kepala sekolah. Selain itu hilang tabung LPG 3 kilogram dan satu buah CCTV terpasang di depan ruang guru," ujar Kompol Tomiyasa, Rabu (25/2/2026).
Ia mengungkapkan, pelaku masuk ke lingkungan sekolah dengan cara mencongkel pintu ruang kepala sekolah dan ruang guru. Setelah dilakukan pengecekan, petugas mendapati kerusakan pada pintu serta kehilangan sejumlah barang inventaris sekolah.
Tidak hanya SDN 05 Kesiman, pencurian juga terjadi di SDN 12 Kesiman yang berlokasi di Jalan Pucuk Bang, Denpasar Timur. Dari sekolah tersebut, pelaku menggondol lima unit laptop. Total kerugian dari dua lokasi kejadian ini ditaksir mencapai Rp60 juta dan dilaporkan ke Polsek Denpasar Timur.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Polsek Denpasar Timur yang dipimpin Kanitreskrim Iptu Nyoman Agus Ardiana Putra bersama Panit Ipda Nyoman Padu melakukan penyelidikan intensif. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan adanya penjualan barang elektronik melalui media sosial.
"Setelah kami telusuri ternyata barang tersebut dilaporkan hilang," ungkap Kompol Tomiyasa.
Polisi kemudian berhasil menangkap HA di kamar kosnya di sekitar Lapangan Kapten Japa, Jalan Bypass I.B. Mantra. Selanjutnya, ADP ditangkap di Jalan Gelogor Carik, Denpasar Selatan. Dari hasil interogasi, kedua pelaku mengakui perbuatannya dengan menggunakan obeng dan gunting untuk mencongkel pintu ruangan sekolah.
Barang curian berupa dua unit chromebook dijual dengan harga Rp50.000, sementara tiga unit laptop dijual seharga Rp500.000. Adapun tabung LPG 3 kilogram dijual seharga Rp80.000. Polisi juga mengungkap pelaku merusak CCTV yang terpasang di lokasi kejadian.
"Uang hasil curian digunakan untuk biaya hidup sehari-hari. Pelaku juga merusak CCTV yang terpasang di TKP," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan