Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Baru 3 Bulan Diperbaiki, Jalan Belong–Tebuana di Taro Ambrol Lagi

Kamis, 5 Maret 2026, 14:16 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Baru 3 Bulan Diperbaiki, Jalan BelongTebuana di Taro Ambrol Lagi.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Ruas jalan pedesaan yang menghubungkan Banjar Belong dan Banjar Tebuana di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, kembali mengalami kerusakan. Padahal, perbaikan jalan tersebut belum genap tiga bulan selesai dikerjakan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, badan jalan ambrol sepanjang kurang lebih 15 meter dengan kedalaman sekitar 70 sentimeter. Kerusakan terjadi di dua titik berbeda, mengakibatkan akses utama warga menuju Banjar Tebuana kini hanya dapat dilalui setengah badan jalan.

Lokasi kejadian berada di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Wilayah ini dikenal memiliki kontur tanah yang labil dan rawan longsor, terlebih saat musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi.

Selain ambrol, retakan juga mulai tampak di sejumlah bagian badan jalan di sekitar titik kerusakan. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga karena jalur tersebut merupakan akses vital penunjang aktivitas harian, mulai dari mobilitas ke lahan pertanian, sekolah, hingga distribusi kebutuhan pokok.

Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gianyar telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Garis pembatas dipasang di area terdampak guna mengantisipasi kecelakaan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.

Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, Kamis (5/03/26), membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa wilayahnya memang tergolong rawan longsor akibat kondisi tanah yang labil, apalagi jika diguyur hujan deras dalam durasi cukup lama.

“Kami terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat cuaca buruk. Beberapa titik memang rawan, dan sekarang terjadi lagi ambrol di jalur Belong menuju Tebuana,” ujarnya.

Pemerintah desa berharap Dinas Pekerjaan Umum bersama kontraktor pelaksana segera melakukan penanganan permanen agar kerusakan tidak semakin meluas dan akses warga dapat kembali normal.

Hingga kini, arus lalu lintas masih diberlakukan sistem buka-tutup sederhana dan dilalui secara bergantian. Warga diminta berhati-hati saat melintas, khususnya pengendara roda empat maupun kendaraan bermuatan berat, guna menghindari risiko ambles susulan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami