Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Baru 3 Bulan Diperbaiki, Jalan Belong–Tebuana di Taro Ambrol Lagi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ruas jalan pedesaan yang menghubungkan Banjar Belong dan Banjar Tebuana di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, kembali mengalami kerusakan. Padahal, perbaikan jalan tersebut belum genap tiga bulan selesai dikerjakan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, badan jalan ambrol sepanjang kurang lebih 15 meter dengan kedalaman sekitar 70 sentimeter. Kerusakan terjadi di dua titik berbeda, mengakibatkan akses utama warga menuju Banjar Tebuana kini hanya dapat dilalui setengah badan jalan.
Baca juga:
Jalan Ubud Ambrol, Akses Ditutup Total
Lokasi kejadian berada di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Wilayah ini dikenal memiliki kontur tanah yang labil dan rawan longsor, terlebih saat musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi.
Selain ambrol, retakan juga mulai tampak di sejumlah bagian badan jalan di sekitar titik kerusakan. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga karena jalur tersebut merupakan akses vital penunjang aktivitas harian, mulai dari mobilitas ke lahan pertanian, sekolah, hingga distribusi kebutuhan pokok.
Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gianyar telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Garis pembatas dipasang di area terdampak guna mengantisipasi kecelakaan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.
Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, Kamis (5/03/26), membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa wilayahnya memang tergolong rawan longsor akibat kondisi tanah yang labil, apalagi jika diguyur hujan deras dalam durasi cukup lama.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat cuaca buruk. Beberapa titik memang rawan, dan sekarang terjadi lagi ambrol di jalur Belong menuju Tebuana,” ujarnya.
Pemerintah desa berharap Dinas Pekerjaan Umum bersama kontraktor pelaksana segera melakukan penanganan permanen agar kerusakan tidak semakin meluas dan akses warga dapat kembali normal.
Hingga kini, arus lalu lintas masih diberlakukan sistem buka-tutup sederhana dan dilalui secara bergantian. Warga diminta berhati-hati saat melintas, khususnya pengendara roda empat maupun kendaraan bermuatan berat, guna menghindari risiko ambles susulan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8028 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5653 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2393 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan