Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Prajuru Desa Adat Bondalem Dikukuhkan, Wabup Supriatna Tegaskan Peran Desa Adat Jaga Budaya
bbn/dok Humas Buleleng/Prajuru Desa Adat Bondalem Dikukuhkan, Wabup Supriatna Tegaskan Peran Desa Adat Jaga Budaya.
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran desa adat sebagai pilar utama pelestarian budaya Bali. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, saat menghadiri pengukuhan Prajuru Desa Adat Bondalem masa bakti 2026–2031 di Gedung Serbaguna Desa Bondalem, Kamis (26/3).
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Supriatna menekankan bahwa desa adat memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai tradisi dan budaya di tengah masyarakat Buleleng.
“Desa adat memiliki peran teramat penting dalam menjaga kelestarian adat, tradisi, dan budaya di Kabupaten Buleleng,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para prajuru yang baru dikukuhkan, seraya mengingatkan bahwa tanggung jawab yang diemban ke depan tidaklah ringan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Buleleng, saya mengucapkan selamat kepada prajuru Desa Adat Bondalem yang telah dikukuhkan. Ke depan, saudara-saudara memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan tugas-tugas adat di desa,” tambahnya.
Menurutnya, pengelolaan desa adat membutuhkan pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai tradisi serta komitmen kuat dalam mengayomi masyarakat. Prajuru desa adat tidak hanya berperan dalam pelaksanaan upacara keagamaan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan adat yang muncul di lingkungan desa.
Selain itu, Wabup Supriatna juga menyoroti keberagaman karakter desa adat di Buleleng, termasuk perbedaan awig-awig atau aturan adat di setiap wilayah. Ia menilai keberagaman tersebut sebagai kekuatan yang harus dijaga secara bijak.
“Prajuru desa adat harus mampu menjadi pengayom masyarakat, memfasilitasi persoalan adat, budaya, dan tradisi, serta menjaga keharmonisan kehidupan di desa. Selain itu, penting untuk membangun sinergi dengan desa dinas,” tegasnya.
Ia menambahkan, sinergi antara desa adat dan desa dinas menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah, karena keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam kehidupan masyarakat.
Terkait dukungan pemerintah, Supriatna menegaskan komitmen Pemkab Buleleng dalam memperkuat eksistensi desa adat melalui berbagai program berbasis konsep Tri Hita Karana yang mencakup parahyangan, pawongan, dan palemahan.
“Pemerintah berkomitmen penuh terhadap keberadaan desa adat. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah provinsi yang memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap desa adat melalui berbagai regulasi,” pungkasnya.
Pengukuhan ini diharapkan mampu mendorong Prajuru Desa Adat Bondalem untuk menjalankan perannya secara optimal dalam menjaga kelestarian adat dan budaya Bali di tengah perkembangan zaman.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5870 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4612 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2580 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2224 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2203 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan