Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Panti Dibekukan Sementara, Anak Asuh Ganesha Sevanam Direlokasi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sejumlah anak yang sebelumnya tinggal di Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Buleleng, direlokasi pada Minggu (5/4) menyusul penghentian sementara operasional panti.
Langkah ini diambil setelah muncul kasus dugaan persetubuhan, pencabulan, dan kekerasan terhadap anak yang diduga dilakukan oleh Ketua Yayasan Panti berinisial JMW.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A) Buleleng, I Putu Kariaman Putra, menjelaskan relokasi dilakukan sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan (SK) Bupati terkait penghentian sementara aktivitas panti.
“Kami dari Dinsos bersama P3A menindaklanjuti SK Bupati. Diawali dengan bersurat ke pihak panti, kemudian kami lakukan relokasi terhadap anak-anak yang masih berada di sana,” ujarnya.
Dalam proses relokasi, pihaknya melakukan koordinasi intensif dengan orang tua dan keluarga anak dengan melibatkan camat, kapolsek, serta perbekel setempat agar seluruh pihak memahami situasi yang terjadi.
Dari total 30 anak yang sebelumnya tinggal di panti tersebut, sebanyak 8 anak yang diduga menjadi korban kini ditempatkan di rumah aman. Sementara 16 anak lainnya dipulangkan ke keluarga masing-masing atas permintaan orang tua, dan 4 anak dipindahkan ke Panti Asuhan Narayan Seva di Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan.
"Masih terisa dua anak yang saat ini masih berada di Panti Ganesha Sevanam, karena mereka masih butuh proses penyesuaian. Kami tidak bisa memaksakan. Kalau kedepan dua anak dan 16 yang sudah kembali ke rumah ini minta direlokasi ke panti yang lain, kami siap memfasilitasi," jelas Kariaman.
Meski relokasi telah dilakukan, pemerintah memastikan kebutuhan dasar serta pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.
"Pendidikan mereka tetap kami fasilitasi. Jika ingin pindah ke sekolah terdekat, kami bantu memfasilitasi bekerjasama dengan Disdikpora Buleleng," jelas Kariaman.
Untuk delapan anak yang diduga menjadi korban, pendampingan intensif terus diberikan oleh pekerja sosial dan psikolog. Dinsos P3A juga berkoordinasi dengan Disdikpora Buleleng mengingat tiga anak di antaranya akan segera mengikuti ujian sekolah pada akhir April.
"Nanti mereka akan kami dampingi dan antar ke sekolahnya, untuk mengikuti ujian. 8 anak ini akan terus berada di rumah aman, sampai kasus ini memiliki keputusan yang berkekuatan hukum tetap," kata Kariaman.
Sementara itu, Ketua Panti Asuhan Narayan Seva, Luh Maeri Arjani, menyatakan pihaknya masih memiliki kapasitas untuk menampung anak tambahan.
“Dari kapasitas total 85 anak, saat ini terisi 70 anak. Masih bisa menampung sekitar 20 anak lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, anak-anak yang direlokasi akan mendapatkan pendampingan agar dapat beradaptasi dengan lingkungan baru.
"Banyak kakak-kakak disini yang akan membimbing dan membantu mereka untuk beradaptasi. Kalau mereka minta berada di dalam satu kamar, kami siap memfasilitasi. Namun di setiap kamar memang harus ada satu kakak asuhnya," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5758 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4592 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2197 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan