Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
TPA Temesi Bermasalah, Akses Rusak dan Alat Berat Minim
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi kembali menjadi sorotan. Kepala Desa Temesi, I Ketut Branayoga, menilai akses jalan yang rusak hingga minimnya alat berat berdampak serius terhadap pelayanan pengelolaan sampah di Kabupaten Gianyar.
Menurutnya, akses jalan menuju area utama TPA yang kerap becek menjadi kendala utama bagi truk pengangkut sampah. Meski telah beberapa kali dilakukan pengurukan, kondisi jalan tetap sulit dilalui karena bercampur dengan material sampah.
“Karena kondisi jalan bercampur dengan material sampah, akses tetap becek. Akibatnya, truk tidak bisa masuk dan sampah akhirnya menumpuk di sekitar pintu masuk,” jelasnya, Selasa (7/4/2026).
Penumpukan sampah tersebut tidak hanya menghambat mobilitas kendaraan, tetapi juga memicu munculnya air lindi yang berpotensi mencemari saluran irigasi pertanian milik warga.
Selain persoalan akses, keterbatasan alat berat juga memperparah situasi. Dari total empat unit yang tersedia di TPA Temesi, hanya satu unit yang masih dapat beroperasi. Sementara tiga unit lainnya mengalami kerusakan dan belum mendapatkan perbaikan.
“Ini jelas menghambat. Proses pemindahan dan pengolahan sampah jadi tidak maksimal,” tegasnya.
Kondisi ini diperburuk dengan minimnya tenaga operator di lapangan. Dari enam operator yang ada, hanya satu orang yang aktif bertugas, sehingga harus menangani berbagai pekerjaan sekaligus.
“Kalau ada truk mogok atau kendala lain, alat harus berpindah fungsi. Ini membuat pelayanan semakin lambat,” tambah Branayoga.
Pihaknya pun mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar agar segera mengambil langkah konkret, mulai dari perbaikan alat berat, penambahan unit baru, hingga peningkatan fasilitas pendukung. “Kami berharap ini menjadi prioritas. Jangan sampai pelayanan terganggu terus-menerus,” ujarnya.
Sebagai desa yang menjadi lokasi TPA, Branayoga menegaskan masyarakat Temesi tetap berkomitmen mendukung pengelolaan sampah di Gianyar. Namun, ia berharap komitmen tersebut diimbangi dengan keseriusan dari pihak terkait.
“Kami sudah konsisten mendukung. Tapi kami juga berharap OPD terkait dan petugas di lapangan punya semangat dan tanggung jawab yang sama,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa para petani melalui pekaseh telah berulang kali mengeluhkan dampak pencemaran air lindi terhadap lahan pertanian. Hingga kini, pihak desa masih berupaya menenangkan warga sembari menunggu tindak lanjut dari instansi terkait.
Namun demikian, ia mengingatkan agar persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut.
“Kami masih menahan masyarakat, terutama petani. Tapi kami minta segera ada langkah nyata. Jangan sampai masyarakat kami marah,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1460 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1104 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 947 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 842 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik