Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Layanan Kesehatan Jemput Bola Badung Digenjot, Tutup Celah BPJS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemerintah Kabupaten Badung terus mematangkan program layanan kesehatan guna menutup celah pelayanan yang belum terakomodasi dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan.
Inovasi ini mengandalkan berbagai fitur jemput bola seperti home care, penanganan SIGAP, hingga armada antar-jemput pasien untuk meningkatkan efisiensi akses medis bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.
"Program Mantap Nak Badung ini memang kami rancang sebagai pelengkap layanan Krama Badung Sehat dan JKN yang sudah ada. Fitur unggulannya mulai dari home care, telemedicine, sampai sistem antar-jemput pasien dalam satu ekosistem digital," ujarnya, beberapa hari lalu di Puspem Badung.
Ia menyoroti pentingnya penguatan unit layanan bergerak agar petugas medis mampu menjangkau kawasan pemukiman padat yang sulit diakses kendaraan besar.
Keberadaan armada khusus yang dapat masuk hingga ke gang-gang kecil dinilai penting untuk memberikan pertolongan medis secara cepat dan tepat.
"Saya ingin ada armada yang bisa menjangkau masyarakat hingga ke gang-gang, supaya mereka merasa aman. Bayangkan jika masyarakat cukup menelepon dan langsung ditangani dengan cepat, tentu rasa aman akan langsung muncul dan itulah yang mereka butuhkan," sebutnya.
Bupati juga mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi, tingkat pemanfaatan layanan tambahan ini masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan sosialisasi yang belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, aparat desa dan Puskesmas diminta lebih aktif dalam menyampaikan informasi terkait manfaat layanan tersebut kepada warga.
"Yang terpenting sekarang adalah membuktikan bahwa program ini berjalan dan dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan. Jangan sampai bagus di atas kertas saja, inovasi harus dibarengi kesiapan SDM dan infrastruktur yang mumpuni," paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Badung, Bagus Padma Puspita, mengakui bahwa optimalisasi program di tahap awal sempat terkendala penyelesaian regulasi teknis dan pengaturan tarif yang baru rampung pada akhir 2025.
Namun saat ini, seluruh layanan telah terintegrasi dalam satu platform digital guna memudahkan pemantauan oleh masyarakat.
"Memang regulasi teknis dan aturan tarifnya itu baru tuntas di akhir tahun 2025 kemarin sehingga mempengaruhi optimalisasi di awal. Sekarang seluruh layanan sudah masuk aplikasi Badung Sehat agar masyarakat bisa mandiri memantau riwayat kesehatan," bebernya.
Ia menambahkan, Pemkab Badung kini fokus menyederhanakan sistem birokrasi layanan agar masyarakat tidak mengalami hambatan saat membutuhkan penanganan darurat.
Pengembangan ke depan akan difokuskan pada penguatan unit respons cepat untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang semakin dinamis.
"Inovasi ini bukan sekadar program, tapi bagaimana kita hadir memberikan pelayanan yang cepat dan mudah bagi warga. Ke depan, Pemkab Badung akan terus mengembangkan layanan respons cepat atau fast response untuk menjawab kebutuhan warga," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8524 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5870 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3684 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2515 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar