Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Temuan Narkoba Saat Sidak Lapas Kerobokan, Kalapas Dikabarkan Dicopot

Minggu, 24 Mei 2026, 22:12 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Beritabali.com/Temuan Narkoba Saat Sidak Lapas Kerobokan, Kalapas Dikabarkan Dicopot.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Kabar pencopotan Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, mencuat usai inspeksi mendadak (sidak) besar-besaran yang dilakukan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Informasi yang beredar menyebutkan, pencopotan tersebut berkaitan dengan temuan narkotika dan sejumlah barang terlarang saat sidak gabungan di dalam Lapas Kerobokan pada Rabu (20/5) dini hari.

Operasi yang dimulai sekitar pukul 02.00 Wita itu dipimpin langsung tim Direktorat Pemasyarakatan, Pengamanan dan Intelijen (Pamintel) Ditjenpas dengan menyisir seluruh area lapas, termasuk blok hunian warga binaan.

Dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan berbagai barang terlarang yang diduga beredar di dalam lapas. Barang bukti yang diamankan meliputi narkotika, telepon seluler ilegal, hingga minuman keras.

Selain barang fisik, petugas juga menemukan indikasi penyimpanan aktivitas terlarang melalui perangkat telepon seluler yang kini masih didalami oleh tim pemeriksa.

Imbas dari temuan tersebut, selain kabar pencopotan Kalapas, sejumlah pejabat internal lapas juga disebut telah ditarik ke kantor wilayah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Beberapa pejabat yang dikabarkan turut dimintai keterangan yakni Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) beserta dua staf lainnya. Saat dikonfirmasi mengenai isu pencopotan dirinya, Hudi Ismono memilih memberikan jawaban singkat.

“Silakan konfirmasi ke kanwil nggih,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah juga belum memberikan penjelasan rinci terkait hasil sidak maupun kabar pencopotan tersebut. "Saat ini sedang ada pendalaman-pendalaman," jawabnya singkat.

Sebelumnya, sidak gabungan melibatkan Ditjenpas, Badan Narkotika Nasional dan Polda Bali untuk mengungkap dugaan peredaran narkotika di lingkungan lapas.

Decky menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemberantasan narkoba dan barang terlarang di dalam lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan.

Meski demikian, hingga kini pihak Ditjenpas belum mengungkap jenis dan jumlah narkotika yang diamankan. Informasi terkait jumlah warga binaan yang diperiksa juga masih belum diumumkan secara resmi.

Usai sidak dan pemeriksaan awal, hasil temuan tersebut langsung dikoordinasikan dengan aparat kepolisian untuk pengembangan lebih lanjut. “Proses pemeriksaan dan pengembangan masih terus berjalan,” kata Decky.

Saat ini, tim gabungan dari Ditjenpas, Polda Bali, jajaran Polres, dan BNN RI masih melakukan pendalaman guna menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain serta keterlibatan pihak-pihak terkait dalam kasus tersebut.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/spy



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami