Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Diskominfo Gianyar Sosialisasi Sekolah Aman Digital di SMPN 3 Tampaksiring
bbn/dok Humas Pemkab Gianyar/Diskominfo Gianyar Sosialisasi Sekolah Aman Digital di SMPN 3 Tampaksiring.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gianyar bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar menggelar sosialisasi literasi digital bertema “Sekolah Aman Digital: Melindungi Diri dari Risiko Dunia Online” di SMP Negeri 3 Tampaksiring, Senin (25/5).
Kegiatan ini diikuti siswa-siswi SMP Negeri 3 Tampaksiring sebagai upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terkait penggunaan teknologi digital secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Plt Kepala SMP Negeri 3 Tampaksiring, I Gusti Ngurah Alit Punia, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan meminta siswa mengikuti materi dengan serius di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Nanti silakan anak-anak ikuti, pahami, dan dilaksanakan dengan baik bagaimana pengaruh dunia digital dapat berdampak baik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Acara dibuka Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Adnyana. Ia menegaskan perkembangan dunia digital kini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, teknologi digital membawa banyak manfaat seperti mempermudah akses informasi, pembelajaran interaktif, hingga membuka wawasan tanpa batas ruang dan waktu. Namun di balik itu, terdapat risiko seperti hoaks, perundungan digital, penipuan online, kecanduan gadget, hingga pencurian data pribadi.
Baca juga:
Badung Digitalisasi Ratusan Lontar Kuno
“Melalui kegiatan literasi digital ini, kita ingin membangun kesadaran bahwa kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup, tetapi juga harus dibarengi kemampuan bersikap bijak, bertanggung jawab dan aman dalam beraktivitas di dunia digital,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan siswa agar menggunakan media digital untuk hal positif dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Jangan membagikan data pribadi sembarangan dan selalu menjaga etika serta sopan santun dalam berkomunikasi di media sosial. Ingat, jejak digital akan selalu tersimpan dan dapat berdampak pada masa depan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPW Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Bali, Dimas Fadhil, memaparkan materi terkait hoaks, penipuan digital, dan cyber bullying.
“Hoaks menuntut anda untuk percaya, sedangkan penipuan menuntut anda untuk transfer, klik dan login,” jelasnya.
Dimas juga menyinggung kebijakan pembatasan media sosial bagi anak melalui PP TUNAS dan Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026. Anak di bawah usia 16 tahun disebut dibatasi memiliki akun di platform berisiko tinggi seperti TikTok, Instagram, Twitter, Facebook, hingga Roblox untuk melindungi anak dari cyber bullying, penipuan online, pornografi, dan kecanduan media sosial.
Sementara itu, Ketua Relawan TIK Provinsi Bali, I Gede Putu Krisna Juliharta, mengingatkan internet memiliki manfaat besar namun juga penuh risiko.
“Bermain internet ibarat mengendarai motor. Kita bisa cepat sampai tujuan, belajar hal baru dan terhubung dengan dunia luar. Namun ada juga lubang, jebakan dan pihak yang berniat jahat. Karena itu kita wajib membekali diri dengan helm keamanan digital dan mematuhi rambu-rambu dunia maya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan ancaman cyber bullying tidak hanya berupa ejekan langsung, tetapi juga pengucilan di grup WhatsApp, penyebaran gosip di media sosial, hingga komentar kasar yang dapat memicu gangguan mental pada remaja.
Selain itu, siswa diminta waspada terhadap penipuan digital maupun phishing dengan tidak sembarangan mengklik tautan yang tidak jelas sumbernya. Menurut Krisna, jejak digital bersifat permanen dan dapat memengaruhi masa depan seseorang, termasuk saat mencari beasiswa maupun pekerjaan.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Gianyar
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli