Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




FPST Unwar, UiTM Malaysia, dan Pampanga Filipina Rancang Pemberdayaan Berbasis Rosella

Selasa, 26 Mei 2026, 12:44 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Unwar/FPST Unwar, UiTM Malaysia, dan Pampanga Filipina Rancang Pemberdayaan Berbasis Rosella.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa bersama Universiti Teknologi MARA dan Pampanga State Agricultural University resmi merancang program pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi komoditas rosella di Kabupaten Tabanan, Bali.

Kolaborasi internasional tersebut diwujudkan melalui kegiatan International Community Service atau Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional yang digelar pada Selasa (26/5/2026).

Program ini mengusung tema “Community Empowerment through Cultivation and Rosella Product Innovation: Collaboration with Local Communities for Sustainable Development” dengan fokus utama mengembangkan potensi tanaman rosella dari hulu hingga hilir agar mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Dekan FPST Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. Luh Suriati mengatakan tantangan pembangunan berkelanjutan saat ini membutuhkan penguatan kapasitas masyarakat melalui aktivitas produktif berbasis inovasi dan bernilai ekonomi tinggi.

"Kita semua memahami bahwa pemberdayaan masyarakat memerlukan kolaborasi lintas pihak: kampus sebagai sumber ilmu dan teknologi, pemerintah sebagai fasilitator kebijakan, dunia usaha sebagai penggerak rantai nilai, serta masyarakat sebagai pelaku utama," ujar Luh Suriati saat membuka kegiatan.

Menurutnya, tanaman rosella dipilih karena memiliki daya adaptasi tinggi, peluang pasar luas, dan dapat dikembangkan secara bertahap oleh kelompok tani.

Ia menilai inovasi produk turunan rosella, seperti minuman fungsional hingga olahan pangan, mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Di sinilah pemberdayaan menjadi nyata: ilmu bertransformasi menjadi usaha, dan usaha bertransformasi menjadi kesejahteraan," tegasnya.

Perwakilan akademisi dari Pampanga State Agricultural University, Princes B. Torres menyebut pengabdian masyarakat berskala internasional membutuhkan komitmen besar lintas sektor agar tanggung jawab sosial universitas benar-benar berjalan optimal.

Menurut Torres, salah satu langkah konkret program ini adalah mendorong pertanian organik guna mengurangi penggunaan pupuk kimia di kalangan petani.

"Para petani diberi dukungan nyata berupa starter kit yang berisi panduan pengomposan, pemilihan pupuk, serta teknik pengendalian hama. Kami membawa hasil riset universitas ke lapangan, seperti penggunaan agen pengendali hayati dan formula komposisi pengomposan yang lebih efektif untuk langsung diaplikasikan oleh petani di lahan mereka," papar Torres.

Selain transfer teknologi budidaya dan pengolahan produk, pihak kampus juga membantu promosi hasil produksi masyarakat melalui pemanfaatan media digital hingga media penyiaran.

"Kami juga membantu mempromosikan produk hasil komunitas ini melalui pemanfaatan media digital, YouTube, televisi, hingga radio demi memastikan akses pasar yang nyata. Tujuannya agar masyarakat mampu mengadaptasi teknologi baru secara mandiri dan memperoleh manfaat ekonomi jangka panjang," tambahnya.

Program kolaborasi lintas negara ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Tabanan. Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tabanan, Irina Rosmala Dewi menilai sektor pertanian saat ini membutuhkan sentuhan inovasi teknologi di tengah ancaman perubahan iklim dan penyusutan lahan produktif.

"Kita butuh semangat modernisasi pertanian (precision farming), mulai dari penggunaan sensor tanah berbasis kecerdasan buatan (AI), penyemprotan presisi, hingga sistem manajemen rantai pasok yang terintegrasi. Inilah yang akan mengubah wajah pertanian kita menjadi efisien dan berkelanjutan," kata Irina.

Ia berharap kolaborasi akademisi Indonesia, Malaysia, dan Filipina tersebut mampu menghadirkan solusi nyata bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan masa depan.

"Saya sangat bangga melihat antusiasme yang luar biasa ini. Ini bukti kepedulian terhadap masa depan pertanian masih sangat menyala. Namun, jangan biarkan apa yang sudah baik ini hanya berhenti di atas kertas atau menjadi pajangan. Bawa ilmu ini ke sawah, ke ladang, dan ke perkebunan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat," pungkas Irina.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/adv



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami