Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 6 Juni 2026
Badung Gencarkan Gerakan Peduli Residu, PKK Jadi Ujung Tombak Pengurangan Sampah
bbn/dok Humas Pemkab Badung/Badung Gencarkan Gerakan Peduli Residu, PKK Jadi Ujung Tombak Pengurangan Sampah.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat upaya pengurangan sampah residu melalui pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan Tim Penggerak (TP) PKK sebagai penggerak utama perubahan perilaku di tingkat keluarga.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Badung Peduli Residu dan Optimalisasi Bank Sampah Mangu Srikandi yang digelar di Ruang Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Kamis (4/6). Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menyerahkan secara simbolis 600 paket popok kain dan pembalut pakai ulang ramah lingkungan kepada TP PKK kecamatan se-Kabupaten Badung serta enam sekolah perwakilan.
Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk edukasi untuk mendorong masyarakat mengurangi penggunaan produk sekali pakai yang berpotensi menjadi sampah residu dan sulit terurai di lingkungan.
Menurut Rasniathi Adi Arnawa, gerakan ini tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian alam dan bumi bagi generasi mendatang.
“Ini bukan semata-mata untuk masalah kebersihan saja, tetapi kita menjaga bagaimana alam dan bumi yang kita cinta ini bersih dari sampah. Kalau kita pikirkan mungkin itu akan kelihatan suli, karena harus mencuci popok dan pembalut yang ramah lingkungan ini, kenapa juga itu mencuci jadikan pekerjaan yang sulit sedangkan selama ini pakaian dalam kita, kita cuci sendiri. Nah apa bedanya dengan pembalut atau popok ini, saya kira kalau ini sudah kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan bumi kita, ini tidak akan sulit,” ujarnya.
Sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Kabupaten Badung, Rasniathi menegaskan akan terus menggencarkan kampanye Badung Peduli Residu hingga ke tingkat desa, kelurahan, banjar, dan kecamatan.
Ia juga mengajak seluruh kader PKK, Posyandu, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum untuk menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
“Kita sering turun ke masyarakat untuk mensosialisasifikasi gerakan ini dan saya pun akan sering-sering turun ke masyarakat mungkin melalui Banjar, Desa, Kelurahan, Kecamatan juga dan saya berharap juga jajaran PKK, Posyandu dan semua organisasi yang saya koordinir, mulai dari anggotanya, pengurusnya dan semua juga lapisan masyarakat untuk ikut mensosialisasikan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Made Rai Warastuthi, mengungkapkan bahwa upaya pengelolaan sampah di Badung menunjukkan hasil yang positif.
Saat ini, tingkat pemilahan sampah di Kabupaten Badung telah mencapai 72 persen. Selain itu, volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berhasil ditekan hingga sekitar 33 persen.
Meski demikian, pengelolaan sampah residu masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Karena itu, Program Badung Peduli Residu terus didorong untuk mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat dalam menggunakan produk sehari-hari.
“Untuk itu, melalui Program Badung Peduli Residu, kita terus mendorong perubahan perilaku masyarakat agar semakin bijak dalam memilih, menggunakan, dan mengelola produk sehari-hari sehingga residu yang dihasilkan dapat ditekan semaksimal mungkin. Selain itu, tujuan kegiatan ini untuk Mengoptimalkan peran Bank Sampah Mangu Srikandi sebagai sarana edukasi dan penguatan ekonomi sirkular masyarakat dan Memperkuat peran Tim Penggerak PKK sebagai agen perubahan dalam membangun budaya pengurangan sampah dan residu sejak dari rumah tangga,” jelasnya.
Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur pemerintah, organisasi kemasyarakatan, pelajar, hingga pelaku usaha. Hadir pula perwakilan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara, Kementerian Lingkungan Hidup/BPH RI, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, kepala OPD, camat se-Badung, organisasi kewanitaan, TP PKK desa dan kelurahan, Forum TJSP/CSR, serta siswa SMP dan SMA di Kabupaten Badung.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli