Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 6 Juni 2026
Badung Raih Terbaik I Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting se Jawa-Bali
bbn/dok Humas Pemkab Badung/Badung Raih Terbaik I Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting se Jawa-Bali.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemerintah Kabupaten Badung kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang Apresiasi Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Jawa-Bali, Badung berhasil meraih penghargaan Terbaik I Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten.
Penghargaan yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut diserahkan dalam acara yang berlangsung di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).
Atas capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung menerima trofi penghargaan dan insentif fiskal senilai Rp3 miliar yang diserahkan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Maruarar Sirait.
Kegiatan apresiasi ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Ketua Komisi II DPR RI, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Wakil Menteri Perhubungan, serta kepala daerah dari seluruh wilayah Jawa dan Bali.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi instrumen penting untuk mendorong kompetisi sehat antar pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Perlu ada exposure, harus ada pemberitaan. Sesuatu yang bagus kalau tidak diberitakan, orang tidak akan tahu,” ujar Tito Karnavian dalam sambutannya.
Prestasi yang diraih Kabupaten Badung tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah daerah dalam menekan angka stunting dan kemiskinan melalui pendekatan konvergensi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Badung tercatat sebesar 4,9 persen pada 2023 dan berada di angka 5,3 persen pada 2024. Capaian tersebut menjadikan Badung sebagai salah satu daerah dengan angka stunting terendah di Indonesia.
Tidak hanya itu, Badung juga berhasil menekan angka kemiskinan ekstrem hingga mencapai nol persen sejak tahun 2023.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah yang selama ini konsisten memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia.
“Penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat Badung. Ini bukan semata-mata keberhasilan pemerintah daerah, tetapi buah dari kolaborasi seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah desa, dunia usaha, hingga keluarga-keluarga yang memiliki komitmen kuat terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak kita,” jelasnya.
Menurutnya, upaya penanganan stunting tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan semata, tetapi juga harus dilakukan secara terintegrasi mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, kesehatan balita, sanitasi yang memadai, hingga penguatan ekonomi keluarga.
“Kami meyakini bahwa penanganan stunting bukan hanya soal angka statistik, tetapi tentang kualitas generasi masa depan. Karena itu, Pemkab Badung terus memastikan seluruh program berjalan secara terpadu, tepat sasaran, dan berkelanjutan agar setiap anak Badung memiliki kesempatan tumbuh sehat, cerdas, dan produktif,” tegasnya.
Adi Arnawa menambahkan, penghargaan yang diberikan Kemendagri tersebut menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab besar bagi Pemerintah Kabupaten Badung untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri ini menjadi energi sekaligus tanggung jawab yang lebih besar bagi kami. Prestasi hari ini adalah pijakan untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, menekan kemiskinan secara berkelanjutan, menjaga angka stunting tetap rendah, dan memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Adi Arnawa.
Selain keberhasilan dalam menurunkan angka stunting dan menghapus kemiskinan ekstrem, indikator sosial Kabupaten Badung pada 2024 juga menunjukkan perkembangan positif. Tingkat kemiskinan daerah tercatat turun menjadi 2,2 persen, sementara angka pengangguran berhasil ditekan hingga berada pada level 1,8 persen.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli