Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jelang Galungan, Badung Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali

Kamis, 11 Juni 2026, 17:45 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Diskominfo Badung/Batur Ultra 2026 Diikuti 6.000 Pelari, Sport Tourism Bali Kian Moncer.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Pemerintah Kabupaten Badung memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dan stabilitas harga menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026 tetap terjaga. Meski terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas, terutama bunga untuk kebutuhan upacara, kondisi tersebut dinilai masih dalam batas wajar karena meningkatnya permintaan masyarakat.

Pemantauan dilakukan di sejumlah pasar dan sentra distribusi kebutuhan pokok, termasuk Pasar Bunga Desa Baha, Kecamatan Mengwi, yang dikenal sebagai pusat grosir bunga terbesar di Kabupaten Badung.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan, mengatakan Pasar Baha memiliki karakteristik khusus karena menjadi pusat perdagangan bunga secara grosir sehingga harga yang ditawarkan relatif lebih murah dibandingkan pasar umum.

"Pasar Baha ini agak spesifik, yang khusus menjual bunga dan sudah kelasnya ini adalah grosir. Kalau dilihat jenis komoditas bunga yang dijual itu ada lima; bunga pacar, bunga gumitir, bunga kembang seribu, eh dan juga ada bunga-bunga lainnya, sekitar lima lah rata-rata per hari," jelas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan saat memantau pasar, Kamis siang.

Menurutnya, perbedaan harga bunga pacar dan bunga gumitir di Pasar Baha berkisar Rp6 ribu hingga Rp7 ribu lebih murah dibandingkan harga di pasar umum. Sementara kenaikan harga menjelang hari raya tercatat berada pada kisaran Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram.

"Kebutuhan masyarakat akan bunga tentu meningkat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Jadi memang betul ada kenaikan harga rata-rata ya, kalau kami rata-rata sekitar Rp 5 ribu sampai dengan maksimal Rp 10 ribu ya," ungkap I Made Agus Aryawan.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak khawatir karena pasokan bunga tetap tersedia dan distribusi berjalan lancar. Ketersediaan bunga didukung oleh pasokan dari petani di Kabupaten Badung maupun daerah lain di Bali.

Selain memantau harga bunga, Pemkab Badung juga memastikan stok bahan pangan pokok dalam kondisi aman, khususnya beras yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Berdasarkan hasil pengecekan di Gudang Bulog Sempidi, cadangan beras saat ini dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama lima hingga enam bulan ke depan.

"Ya kalau bahan pokok untuk beras, sebagaimana tadi kami cek di Bulog Sempidi, stoknya aman 5 sampai 6 bulan ke depan. Jadi setiap hari paling tidak ada 2.500 ton itu tersedia ya, stok beras idle," terang I Made Agus Aryawan.

Ketersediaan beras tersebut turut didukung oleh panen raya yang tengah berlangsung di sejumlah wilayah pertanian di Kabupaten Badung.

Di Subak Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, hasil panen tercatat mencapai lebih dari 70 ton gabah dari luas lahan sekitar 130 hektare. Sementara di Subak Lepud, luas area panen mencapai lebih dari 250 hektare dengan tingkat produktivitas yang tergolong tinggi.

"Di Subak Blahkiuh itu ada sekitar 70 ton lebih gabah hasil panen dengan luas panen sekitar 130-an hektar. Lalu luas lahan panen di Subak Lepud mencapai lebih dari 250 hektar dengan tingkat produktivitas yang cukup bagus. Rata-rata produktivitas lahan di kedua subak tersebut berada di angka 6,3 ton hingga 7,5 ton gabah kering per hektar," urai I Made Agus Aryawan.

Pemkab Badung juga melakukan pemantauan terhadap harga babi hidup di tingkat peternak yang menjadi salah satu komoditas penting menjelang Hari Raya Galungan.

Hasil pemantauan menunjukkan harga babi hidup masih stabil pada kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Sedangkan harga daging babi di pasar tradisional berada di rentang Rp90 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram.

"Salah satu peternak di Ayunan kami cek, terlihat ada stabilitas harga yang cukuplah ya, tidak terlalu signifikan kenaikannya. Kalau harga tabelnya itu sekitar Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu lah ya, masih belum bersih atau dipotong. Sedangkan yang sudah bersih, itu daging ya, sekitar Rp 90 ribu sampai Rp 95 ribu, itu di pasar umum," kata Agus.

Menurut Agus Aryawan, stok daging babi untuk memenuhi kebutuhan pasar tradisional masih mencukupi. Namun, masyarakat maupun pelaku usaha yang membutuhkan pasokan dalam jumlah besar disarankan melakukan pemesanan lebih awal guna memastikan ketersediaan stok.

Dengan kondisi stok pangan yang aman dan harga yang relatif terkendali, Pemerintah Kabupaten Badung optimistis masyarakat dapat menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan kebutuhan pokok maupun perlengkapan upacara.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Diskominfo Badung



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami