Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 18 Juni 2026
Mahasiswa asal NTT Dikeroyok di Denpasar, Dua Gigi Copot
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seorang mahasiswa asal Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), bernama Mikael Sario Awa (22), menjadi korban dugaan penganiayaan dan pengeroyokan di kawasan Denpasar Barat. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius, termasuk kehilangan dua gigi.
Peristiwa itu terjadi di sebuah kamar kos yang berlokasi di Jalan Gunung Agung Gang Raflesia, Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat, pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 01.00 Wita.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh lima orang pelaku. Dalam kejadian tersebut, para pelaku disebut melayangkan pukulan bertubi-tubi menggunakan tangan kosong yang mengenai bagian wajah korban.
Tidak hanya itu, korban juga mengalami tendangan di sejumlah bagian tubuh hingga mengakibatkan luka lebam pada pinggang dan kepala.
Akibat aksi kekerasan tersebut, Mikael mengalami pembengkakan pada bagian mulut yang disertai pendarahan. Selain dua gigi yang copot, tangan kanan korban juga mengalami keseleo dan korban mengeluhkan rasa sakit pada bagian kepala akibat benturan yang diterimanya.
"Korban melaporkan kejadian pengeroyokan ke Polresta Denpasar, ujar sumber, pada Kamis 18 Juni 2026.
Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polresta Denpasar untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Aparat kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap kronologi lengkap serta motif di balik dugaan pengeroyokan tersebut.
Selain mengumpulkan keterangan dari korban dan saksi-saksi, petugas juga melakukan pendalaman terhadap sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kejadian itu.
Saat dikonfirmasi terkait laporan tersebut, Kasi Humas Polresta Denpasar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan yang diterima pihak kepolisian. "Masih diselidiki," bebernya, Kamis 18 Juni 2026.
Hingga kini, polisi masih mendalami identitas para terduga pelaku serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan terjadinya aksi kekerasan terhadap mahasiswa tersebut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun