Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 20 Juni 2026
Inovasi Pirolisis di Badung, Satu Kg Plastik Jadi Satu Liter Solar
BERITABALI.COM, BADUNG.
Di tengah meningkatnya volume sampah plastik yang menjadi persoalan lingkungan, sebuah inovasi lahir dari Kabupaten Badung. Melalui teknologi pirolisis, sampah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai berhasil diubah menjadi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi alternatif.
Inovasi tersebut dikembangkan oleh Yayasan Get Plastic Indonesia yang berbasis di Desa Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Teknologi ini tidak hanya membantu mengurangi limbah plastik, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui konversi sampah menjadi energi.
Di balik pengembangan teknologi tersebut adalah Dimas Bagus Wijanarko, pendiri Get Plastic Indonesia. Gagasan tersebut berawal dari keprihatinannya melihat banyaknya sampah plastik yang berserakan di jalur pendakian gunung maupun kawasan alam terbuka saat melakukan aktivitas mendaki.
Alih-alih hanya mengeluhkan kondisi tersebut, Dimas memilih mencari solusi nyata. Ia mempelajari berbagai metode pengolahan sampah hingga akhirnya mengenal teknologi konversi plastik menjadi bahan bakar melalui rekan-rekannya di Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Berawal dari keprihatinan melihat sampah plastik di alam, founder kami kemudian melakukan riset untuk mencari cara agar sampah bisa memiliki nilai guna. Dari situlah lahir pengembangan teknologi pirolisis ini,” ujar Asisten Manajer Get Plastic Indonesia, Raissa Kanaya.
Pengembangan teknologi tersebut memerlukan waktu yang panjang. Sejak memulai riset pada 2014, Dimas terus melakukan penyempurnaan hingga berhasil menciptakan 15 prototipe mesin pirolisis yang mampu mengolah berbagai jenis sampah plastik menjadi energi.
Teknologi pirolisis bekerja dengan cara memanaskan sampah plastik dalam kondisi minim oksigen. Dalam proses tersebut, plastik tidak dibakar, melainkan diuraikan menjadi gas yang kemudian dikondensasikan hingga berubah menjadi cairan berupa bahan bakar.
Meski demikian, tidak semua jenis plastik dapat diolah secara optimal. Plastik jenis PET yang umum digunakan untuk botol air minum dan PVC yang banyak ditemukan pada pipa dinilai kurang ideal karena dapat memengaruhi kualitas hasil produksi maupun performa mesin.
Sebaliknya, kantong plastik, kemasan multilayer, dan berbagai bungkus makanan yang selama ini sulit didaur ulang justru menjadi bahan baku terbaik untuk proses konversi menjadi bahan bakar.
Efisiensi teknologi ini juga tergolong tinggi. Untuk setiap satu kilogram plastik jenis Polypropylene (PP), seperti sedotan dan beberapa kemasan plastik tertentu, mesin mampu menghasilkan hingga satu liter solar. Sementara jenis plastik lainnya dapat menghasilkan sekitar 80 hingga 90 persen dari berat bahan baku yang diolah.
Proses produksi dimulai dari pemilahan sampah plastik yang kemudian dimasukkan ke dalam reaktor utama untuk dipanaskan. Uap yang dihasilkan dialirkan menuju sistem pendingin hingga mengalami proses destilasi kering dan berubah menjadi cairan berupa solar.
Hasil bahan bakar yang diproduksi telah melalui pengujian kualitas oleh Lemigas sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.
Meski mampu menghasilkan bahan bakar, tujuan utama pengembangan teknologi ini bukan untuk bisnis penjualan BBM. Solar yang dihasilkan lebih difokuskan untuk mendukung operasional yayasan dan membantu kebutuhan masyarakat.
Di Yogyakarta, bahan bakar hasil pirolisis tersebut telah dimanfaatkan untuk mengoperasikan armada shuttle bus lokal. Sebagian lainnya juga disalurkan kepada petani dan nelayan sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Melalui inovasi ini, Get Plastic Indonesia menunjukkan bahwa sampah plastik tidak selalu berakhir sebagai pencemar lingkungan. Dengan teknologi yang tepat, limbah dapat diubah menjadi sumber energi yang bermanfaat sekaligus mendukung upaya pengurangan sampah dan ekonomi sirkular di Indonesia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun