Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dua Siswi SMP Berkelahi di Buleleng Sepakat Berdamai

Selasa, 23 Juni 2026, 15:51 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Dua Siswi SMP Berkelahi di Buleleng Sepakat Berdamai.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Kasus perkelahian dua remaja putri yang sempat viral di media sosial akhirnya diselesaikan secara damai melalui mediasi yang digelar di Aula Polsek Singaraja, Selasa (23/6) pukul 10.45 Wita. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan melanjutkan pembinaan di lingkungan sekolah.

Peristiwa tersebut sebelumnya terjadi di kawasan Jalan Gunung Lempuyang, Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan Buleleng dan menjadi sorotan publik setelah rekaman video perkelahian beredar luas di media sosial.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengatakan dua remaja yang terlibat dalam perkelahian tersebut berinisial Putu AP dan Komang TW. Keduanya diketahui masih berstatus pelajar SMP dan duduk di bangku kelas IX.

Proses mediasi melibatkan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, pihak sekolah, komite sekolah, orang tua, hingga para siswa yang terlibat dalam kejadian tersebut.

“Mediasi berjalan dengan baik dan kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Selanjutnya akan dilakukan pembinaan oleh pihak sekolah,” ujarnya, Selasa (23/6).

Dalam pertemuan tersebut, pihak kepolisian memberikan arahan kepada para siswa agar tidak mengulangi tindakan serupa di kemudian hari. Para pelajar juga diingatkan untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta menjaga pergaulan demi masa depan yang lebih baik.

Selain itu, kepolisian turut menyoroti tindakan seorang siswa berinisial K yang merupakan rekan sekolah kedua siswi tersebut. Saat perkelahian terjadi, K diketahui tidak berupaya melerai, melainkan merekam dan menyebarluaskan video kejadian hingga viral di media sosial.

"Jadi dari mediasi itu, pihak yang terlibat dalam perkelahian itu diminta untuk jaga diri dan jaga pergaulan demi masa depan mereka yang lebih baik," jelas Iptu Yohana.

Pihak sekolah dalam kesempatan itu juga menyampaikan keprihatinan atas insiden yang melibatkan siswinya. Sekolah berkomitmen memperkuat pengawasan dan pembinaan karakter siswa guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"Dari orangtua juga menyampaikan permohonan maaf, dan berjanji akan lebih ketat mengawasi anak-anaknya ke depan," terang Iptu Yohana.

Meski perkara telah diselesaikan secara damai, kepolisian tetap mengingatkan bahwa tindakan kekerasan maupun perundungan di kalangan pelajar dapat berujung pada konsekuensi hukum apabila kembali terjadi.

“Ini menjadi pembelajaran bersama. Kami berharap tidak ada lagi kejadian serupa. Jika terulang, tentu akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas pihak kepolisian dalam mediasi tersebut.

Berdasarkan hasil kesepakatan yang dicapai, kedua siswi sepakat untuk berdamai, saling memaafkan, serta kembali menjalani proses pendidikan dan pembinaan di lingkungan sekolah dengan pendampingan dari orang tua dan pihak sekolah.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami