Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bocah di Buleleng Tewas Diduga Suspek Rabies

Senin, 10 Agustus 2026, 17:29 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Bocah di Buleleng Tewas Diduga Suspek Rabies.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Seorang bocah berinisial GEW asal Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Buleleng, meninggal dunia diduga suspek rabies. GEW mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di RSUD Buleleng, Jumat (7/8/2026).

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan GEW sebelumnya digigit anjing liar pada Juni 2026. Namun, kasus gigitan yang dialami korban tidak dilaporkan kepada petugas.

Menurut Melandrat, anjing tersebut sebelumnya juga menggigit enam orang lainnya. Enam korban tersebut melaporkan kejadian sehingga mendapatkan vaksin anti rabies (VAR), sedangkan GEW tidak mendapatkan VAR karena kasus gigitannya tidak dilaporkan.

“Jadi sebenarnya anjing ini mengiggit total 7 orang. Namun hanya enam yang melapor dan mendapat VAR. Sementara anak ini tidak melapor," jelas Melandrat.

Pasca kejadian, Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Buleleng turun ke Desa Bubunan dan melakukan vaksinasi terhadap 430 ekor anjing di wilayah tersebut. Melandrat menjelaskan, anjing yang menggigit GEW merupakan anjing liar yang sempat bersembunyi di sebuah gudang pencucian mobil, tempat ayah korban bekerja.

Saat itu, GEW diajak ayahnya ke gudang tersebut. Di lokasi, korban kemudian digigit anjing pada bagian betis kaki kiri. Mengetahui anaknya digigit, sang ayah kemudian membunuh anjing tersebut.

Melandrat menduga kejadian tersebut tidak segera ditangani karena masih adanya ketidaktahuan masyarakat mengenai bahaya rabies. Padahal, menurutnya, vaksin dan obat untuk penanganan rabies telah tersedia di fasilitas kesehatan.

“Kalau boleh disampaikan, kepedulian dan ketidaktahuan masih ada. Padahal ketersediaan obat, vaksin, semuanya sudah tersedia,” katanya.

Kondisi GEW mulai memburuk pada Agustus. Bocah tersebut menunjukkan sejumlah tanda yang disebut berkaitan dengan rabies, seperti takut terhadap air, takut angin, sensitif terhadap cahaya, gelisah hingga mengeluarkan air liur. GEW kemudian dibawa ke RSUD Tangguwisia sebelum dirujuk ke RSUD Buleleng pada 7 Agustus sekitar pukul 15.30 Wita.

Sekitar dua jam menjalani perawatan, nyawa GEW tidak dapat diselamatkan. Ia meninggal dunia di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng. Melandrat menegaskan, penanganan korban gigitan anjing perlu dilakukan sesegera mungkin. Terlebih jika gigitan terjadi pada bagian tubuh yang memiliki risiko tertentu sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Upaya pencegahan rabies di Kabupaten Buleleng tetap dilakukan. Dinas Pertanian menempatkan dua dokter hewan di setiap kecamatan untuk melaksanakan vaksinasi rabies terhadap anjing secara berkala.

Apabila terjadi peningkatan kasus gigitan di suatu wilayah, jadwal vaksinasi akan disesuaikan dengan memberikan prioritas kepada desa yang mengalami peningkatan kasus.

Selain vaksinasi, Dinas Pertanian juga memperkuat program sterilisasi anjing. Melandrat mengatakan anggaran pengadaan bius untuk sterilisasi telah tersedia dalam APBD 2026.

“Sterilisasi ini juga salah satu upaya pencegahan. Tahun ini kami anggarkan untuk bisa melakukan sterilisasi karena permintaan masyarakat juga banyak,” ujarnya.

Dinas Pertanian juga menjadwalkan vaksinasi massal di Desa Pejarakan pada 13 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan rabies sekaligus rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Melandrat menegaskan edukasi kepada masyarakat akan terus dilakukan. Masyarakat diminta segera melaporkan kasus gigitan anjing agar korban dapat memperoleh penanganan medis dan vaksinasi sesuai kebutuhan.

“Ini tidak berhenti pada hari ini. Akan terus kami lakukan langkah-langkahnya. Tentu kebersamaan seluruh stakeholder karena kami tidak sendiri,” pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami