Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Bocah di Buleleng Tewas Diduga Suspek Rabies
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang bocah berinisial GEW asal Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Buleleng, meninggal dunia diduga suspek rabies. GEW mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di RSUD Buleleng, Jumat (7/8/2026).
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan GEW sebelumnya digigit anjing liar pada Juni 2026. Namun, kasus gigitan yang dialami korban tidak dilaporkan kepada petugas.
Menurut Melandrat, anjing tersebut sebelumnya juga menggigit enam orang lainnya. Enam korban tersebut melaporkan kejadian sehingga mendapatkan vaksin anti rabies (VAR), sedangkan GEW tidak mendapatkan VAR karena kasus gigitannya tidak dilaporkan.
“Jadi sebenarnya anjing ini mengiggit total 7 orang. Namun hanya enam yang melapor dan mendapat VAR. Sementara anak ini tidak melapor," jelas Melandrat.
Pasca kejadian, Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Buleleng turun ke Desa Bubunan dan melakukan vaksinasi terhadap 430 ekor anjing di wilayah tersebut. Melandrat menjelaskan, anjing yang menggigit GEW merupakan anjing liar yang sempat bersembunyi di sebuah gudang pencucian mobil, tempat ayah korban bekerja.
Saat itu, GEW diajak ayahnya ke gudang tersebut. Di lokasi, korban kemudian digigit anjing pada bagian betis kaki kiri. Mengetahui anaknya digigit, sang ayah kemudian membunuh anjing tersebut.
Melandrat menduga kejadian tersebut tidak segera ditangani karena masih adanya ketidaktahuan masyarakat mengenai bahaya rabies. Padahal, menurutnya, vaksin dan obat untuk penanganan rabies telah tersedia di fasilitas kesehatan.
Baca juga:
Vaksinasi Rabies di Bangli Baru Capai 20 Persen, Kekurangan Petugas dan Stok Jadi Kendala
“Kalau boleh disampaikan, kepedulian dan ketidaktahuan masih ada. Padahal ketersediaan obat, vaksin, semuanya sudah tersedia,” katanya.
Kondisi GEW mulai memburuk pada Agustus. Bocah tersebut menunjukkan sejumlah tanda yang disebut berkaitan dengan rabies, seperti takut terhadap air, takut angin, sensitif terhadap cahaya, gelisah hingga mengeluarkan air liur. GEW kemudian dibawa ke RSUD Tangguwisia sebelum dirujuk ke RSUD Buleleng pada 7 Agustus sekitar pukul 15.30 Wita.
Sekitar dua jam menjalani perawatan, nyawa GEW tidak dapat diselamatkan. Ia meninggal dunia di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng. Melandrat menegaskan, penanganan korban gigitan anjing perlu dilakukan sesegera mungkin. Terlebih jika gigitan terjadi pada bagian tubuh yang memiliki risiko tertentu sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Upaya pencegahan rabies di Kabupaten Buleleng tetap dilakukan. Dinas Pertanian menempatkan dua dokter hewan di setiap kecamatan untuk melaksanakan vaksinasi rabies terhadap anjing secara berkala.
Apabila terjadi peningkatan kasus gigitan di suatu wilayah, jadwal vaksinasi akan disesuaikan dengan memberikan prioritas kepada desa yang mengalami peningkatan kasus.
Selain vaksinasi, Dinas Pertanian juga memperkuat program sterilisasi anjing. Melandrat mengatakan anggaran pengadaan bius untuk sterilisasi telah tersedia dalam APBD 2026.
“Sterilisasi ini juga salah satu upaya pencegahan. Tahun ini kami anggarkan untuk bisa melakukan sterilisasi karena permintaan masyarakat juga banyak,” ujarnya.
Dinas Pertanian juga menjadwalkan vaksinasi massal di Desa Pejarakan pada 13 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan rabies sekaligus rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Melandrat menegaskan edukasi kepada masyarakat akan terus dilakukan. Masyarakat diminta segera melaporkan kasus gigitan anjing agar korban dapat memperoleh penanganan medis dan vaksinasi sesuai kebutuhan.
“Ini tidak berhenti pada hari ini. Akan terus kami lakukan langkah-langkahnya. Tentu kebersamaan seluruh stakeholder karena kami tidak sendiri,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4462 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2230 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1561 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1012 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 948 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun