Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Waspada Gelombang 6 Meter di Perairan Selatan Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perairan selatan Bali perlu diwaspadai dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan model gelombang Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, gelombang dengan ketinggian hingga 6 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Bali.
BBMKG memprakirakan gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian utara, dan Selat Badung. Sementara itu, gelombang lebih tinggi dengan kisaran 4 hingga 6 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian selatan dan perairan selatan Pulau Bali.
Pakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, Putu Agus Dedy Permana, menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh pola angin musim kemarau. Monsoon Australia membawa angin timuran yang bertiup di wilayah perairan selatan Bali sehingga memicu peningkatan kecepatan angin sekaligus ketinggian gelombang.
Selain faktor angin lokal, kondisi gelombang juga dipengaruhi gelombang rambatan atau swell yang berasal dari Samudra Hindia.
"Gelombang rambatan tersebut merupakan gelombang yang terbentuk akibat sistem angin kuat di wilayah yang jauh di Samudra Hindia, kemudian merambat hingga ke perairan selatan Bali," katanya, Selasa (11/8/2026).
Meski mencapai ketinggian hingga 6 meter, peningkatan gelombang tersebut disebut masih merupakan fenomena yang normal terjadi setiap tahun ketika memasuki musim kemarau.
"Kondisi peningkatan ketinggian gelombang di musim kemarau ini merupakan fenomena normal yang terjadi setiap tahunnya," ucapnya.
Peningkatan ketinggian gelombang diperkirakan belum akan segera berakhir. Kondisi serupa masih berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan, dengan perkembangan kondisi cuaca dan gelombang akan terus dipantau.
"Kondisi seperti ini diperkirakan masih akan terjadi hingga, 3 hari ke depan dan perkembangannya akan kami update setiap hari," cetusnya.
Potensi gelombang tinggi juga tidak hanya terbatas pada wilayah perairan yang telah disebutkan. Sejumlah pesisir selatan Bali lainnya berpeluang mengalami peningkatan ketinggian gelombang dengan intensitas yang berbeda.
"Peningkatan ketinggian gelombang kemungkinan masih akan terjadi di pesisir selatan Bali lainnya, tetapi pengaruhnya berbeda-beda tergantung kondisi perairan di sekitarnya," sebutnya.
Menghadapi kondisi tersebut, nelayan dan pengelola kapal kecil diimbau menunda aktivitas melaut apabila kondisi gelombang dinilai membahayakan.
Pelaku wisata bahari juga diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menghindari aktivitas berenang, berselancar maupun kegiatan wisata bahari lainnya, khususnya di pantai-pantai yang berada di pesisir selatan Bali saat gelombang tinggi.
Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir juga perlu mewaspadai kemungkinan gelombang menjangkau bibir pantai. Masyarakat di Bali diimbau mengikuti perkembangan informasi dan peringatan resmi dari BMKG.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4490 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2300 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1882 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1582 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1029 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun