Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Waspada Gelombang 6 Meter di Perairan Selatan Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perairan selatan Bali perlu diwaspadai dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan model gelombang Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, gelombang dengan ketinggian hingga 6 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Bali.
BBMKG memprakirakan gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian utara, dan Selat Badung. Sementara itu, gelombang lebih tinggi dengan kisaran 4 hingga 6 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian selatan dan perairan selatan Pulau Bali.
Pakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, Putu Agus Dedy Permana, menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh pola angin musim kemarau. Monsoon Australia membawa angin timuran yang bertiup di wilayah perairan selatan Bali sehingga memicu peningkatan kecepatan angin sekaligus ketinggian gelombang.
Selain faktor angin lokal, kondisi gelombang juga dipengaruhi gelombang rambatan atau swell yang berasal dari Samudra Hindia.
"Gelombang rambatan tersebut merupakan gelombang yang terbentuk akibat sistem angin kuat di wilayah yang jauh di Samudra Hindia, kemudian merambat hingga ke perairan selatan Bali," katanya, Selasa (11/8/2026).
Meski mencapai ketinggian hingga 6 meter, peningkatan gelombang tersebut disebut masih merupakan fenomena yang normal terjadi setiap tahun ketika memasuki musim kemarau.
"Kondisi peningkatan ketinggian gelombang di musim kemarau ini merupakan fenomena normal yang terjadi setiap tahunnya," ucapnya.
Peningkatan ketinggian gelombang diperkirakan belum akan segera berakhir. Kondisi serupa masih berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan, dengan perkembangan kondisi cuaca dan gelombang akan terus dipantau.
"Kondisi seperti ini diperkirakan masih akan terjadi hingga, 3 hari ke depan dan perkembangannya akan kami update setiap hari," cetusnya.
Potensi gelombang tinggi juga tidak hanya terbatas pada wilayah perairan yang telah disebutkan. Sejumlah pesisir selatan Bali lainnya berpeluang mengalami peningkatan ketinggian gelombang dengan intensitas yang berbeda.
"Peningkatan ketinggian gelombang kemungkinan masih akan terjadi di pesisir selatan Bali lainnya, tetapi pengaruhnya berbeda-beda tergantung kondisi perairan di sekitarnya," sebutnya.
Menghadapi kondisi tersebut, nelayan dan pengelola kapal kecil diimbau menunda aktivitas melaut apabila kondisi gelombang dinilai membahayakan.
Pelaku wisata bahari juga diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menghindari aktivitas berenang, berselancar maupun kegiatan wisata bahari lainnya, khususnya di pantai-pantai yang berada di pesisir selatan Bali saat gelombang tinggi.
Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir juga perlu mewaspadai kemungkinan gelombang menjangkau bibir pantai. Masyarakat di Bali diimbau mengikuti perkembangan informasi dan peringatan resmi dari BMKG.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8473 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5823 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3649 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2478 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar