Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




KLA Project di Bulfest, Bupati Sutjidra: Bukan Tiru Yogyakarta

Rabu, 19 Agustus 2026, 00:09 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/KLA Project di Bulfest, Bupati Sutjidra: Bukan Tiru Yogyakarta.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Pemerintah Kabupaten Buleleng angkat bicara mengenai alasan menghadirkan grup musik KLA Project dalam pembukaan Buleleng Festival (Bulfest) 2026 di Praja Mandala Singa Ambara Raja, Selasa (18/8).

Pemilihan KLA Project sempat menjadi perhatian masyarakat karena grup musik tersebut dikenal memiliki lagu berjudul Yogyakarta. Terlebih, penataan kawasan Titik Nol Singaraja yang kini dinamai Praja Mandala Singa Ambara Raja dinilai memiliki nuansa yang mengingatkan pada Kota Yogyakarta.

Namun, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan kehadiran KLA Project dalam Bulfest 2026 tidak dimaksudkan untuk membawa ataupun mengikuti identitas Yogyakarta.

Menurut Sutjidra, KLA Project dipilih karena konsep musik serta nuansa nostalgia yang dibawa grup tersebut dinilai sesuai dengan tema Bulfest 2026, yakni “Buleleng Tempo Dulu”.

“Kita ingin membawa nostalgia band tempo dulu. Konsep musik KLA Project yang klasik sangat cocok dengan nuansa festival,” ujar Sutjidra.

Selain pertimbangan musik, Sutjidra menyebut Buleleng dan Yogyakarta memiliki kedekatan dari sisi sejarah. Kedua daerah tersebut sama-sama mempunyai perjalanan sejarah panjang dan tergabung dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

Atas dasar itu, kehadiran KLA Project dinilai relevan dengan konsep Bulfest 2026 yang mengangkat sejarah serta kawasan heritage Buleleng.

Sutjidra menegaskan pelaksanaan Bulfest tetap berpusat pada identitas dan sejarah Buleleng. Terlebih, kawasan Praja Mandala merupakan kawasan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah serta karakter tersendiri.

“Tidak ada meniru Yogyakarta. Ini asli Buleleng. Ini adalah kawasan heritage, punya peninggalan sejarah. Tidak ada yang sama (Praja Mandala dengan Yogyakarta). Perjalanan panjang sejarah ini lah yang sekarang kami implementasikan dalam Buleleng Festival," tegasnya.

Selain menyesuaikan konsep festival, pemilihan KLA Project juga disebut sebagai bentuk akomodasi terhadap masukan masyarakat dan netizen.

Pemkab Buleleng berharap Bulfest 2026 tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali sejarah dan kawasan heritage yang menjadi bagian penting dari identitas Buleleng.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami