Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 3 Oktober 2026
KLA Project di Bulfest, Bupati Sutjidra: Bukan Tiru Yogyakarta
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten Buleleng angkat bicara mengenai alasan menghadirkan grup musik KLA Project dalam pembukaan Buleleng Festival (Bulfest) 2026 di Praja Mandala Singa Ambara Raja, Selasa (18/8).
Pemilihan KLA Project sempat menjadi perhatian masyarakat karena grup musik tersebut dikenal memiliki lagu berjudul Yogyakarta. Terlebih, penataan kawasan Titik Nol Singaraja yang kini dinamai Praja Mandala Singa Ambara Raja dinilai memiliki nuansa yang mengingatkan pada Kota Yogyakarta.
Namun, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan kehadiran KLA Project dalam Bulfest 2026 tidak dimaksudkan untuk membawa ataupun mengikuti identitas Yogyakarta.
Menurut Sutjidra, KLA Project dipilih karena konsep musik serta nuansa nostalgia yang dibawa grup tersebut dinilai sesuai dengan tema Bulfest 2026, yakni “Buleleng Tempo Dulu”.
“Kita ingin membawa nostalgia band tempo dulu. Konsep musik KLA Project yang klasik sangat cocok dengan nuansa festival,” ujar Sutjidra.
Selain pertimbangan musik, Sutjidra menyebut Buleleng dan Yogyakarta memiliki kedekatan dari sisi sejarah. Kedua daerah tersebut sama-sama mempunyai perjalanan sejarah panjang dan tergabung dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).
Atas dasar itu, kehadiran KLA Project dinilai relevan dengan konsep Bulfest 2026 yang mengangkat sejarah serta kawasan heritage Buleleng.
Sutjidra menegaskan pelaksanaan Bulfest tetap berpusat pada identitas dan sejarah Buleleng. Terlebih, kawasan Praja Mandala merupakan kawasan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah serta karakter tersendiri.
“Tidak ada meniru Yogyakarta. Ini asli Buleleng. Ini adalah kawasan heritage, punya peninggalan sejarah. Tidak ada yang sama (Praja Mandala dengan Yogyakarta). Perjalanan panjang sejarah ini lah yang sekarang kami implementasikan dalam Buleleng Festival," tegasnya.
Selain menyesuaikan konsep festival, pemilihan KLA Project juga disebut sebagai bentuk akomodasi terhadap masukan masyarakat dan netizen.
Pemkab Buleleng berharap Bulfest 2026 tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali sejarah dan kawasan heritage yang menjadi bagian penting dari identitas Buleleng.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1067 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 412 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 360 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 327 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 266 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar