Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




KPU Bali Dorong Pemuda Buleleng Berani Tolak Politik Uang dan Hoaks

Selasa, 1 September 2026, 20:41 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/KPU Bali Dorong Pemuda Buleleng Berani Tolak Politik Uang dan Hoaks

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali mendorong generasi muda di Kabupaten Buleleng tidak hanya menggunakan hak pilih saat Pemilu, tetapi juga aktif mengawal seluruh tahapan demokrasi. Pemuda juga diminta berani menolak politik uang serta tidak ikut menyebarkan hoaks di media sosial.

Pesan tersebut disampaikan Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) edukasi kepemiluan bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng.

Kegiatan tersebut diikuti 96 peserta yang merupakan pemilih pemula. Edukasi kepemiluan ini digelar untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai demokrasi, hak politik, tahapan Pemilu, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.

Lidartawan mengatakan pemuda memiliki posisi strategis dalam demokrasi karena jumlah pemilih muda dan pemilih pemula cukup besar. Pada Pemilu 2024, Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Bali mencapai 3.269.516 pemilih yang didominasi kelompok pemilih muda dan pemilih pemula.

Menurutnya, peran pemuda dalam Pemilu tidak berhenti setelah memberikan suara di tempat pemungutan suara (TPS). Generasi muda dapat terlibat sejak tahapan awal, termasuk memastikan dirinya terdaftar sebagai pemilih, membantu edukasi pencocokan dan penelitian (coklit), hingga melakukan pengawasan partisipatif.

"Pemuda harus mengambil peran lebih besar dalam setiap tahapan pemilu, termasuk berani menolak praktik politik uang di TPS," tegas Lidartawan, dikonfirmasi Selasa (1/9).

KPU Bali Ingatkan Bahaya Hoaks di Media Sosial

Selain politik uang, KPU Bali juga menyoroti tantangan demokrasi di ruang digital. Lidartawan mengingatkan pemilih muda agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang beredar melalui media sosial.

Menurutnya, media sosial telah menjadi salah satu ruang demokrasi. Namun, ruang tersebut juga rentan dimanfaatkan untuk penyebaran hoaks, disinformasi hingga ujaran kebencian yang dapat memengaruhi kualitas demokrasi.

"Timeline-mu adalah ruang demokrasi. Jadilah pemilih digital yang cerdas dengan menerapkan prinsip saring sebelum sharing melalui langkah Stop, Check, Share (Tahan, Telusuri, Tanggapi) sebelum menyebarkan informasi," ujarnya.

KPU Bali juga mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pemilih dan pengawas partisipatif, tetapi berani masuk ke ruang politik. Pemuda dinilai tidak cukup hanya mengkritik politik dari luar, tetapi dapat bergabung dengan partai politik untuk ikut menentukan arah kebijakan.

Keterlibatan anak muda dalam dunia politik dinilai penting untuk membuka ruang lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang berkualitas sekaligus memperkuat regenerasi kepemimpinan.

"KPU bukan sekadar penyelenggara pemungutan suara, tetapi penjaga integritas seluruh proses demokrasi," tandasnya.

Melalui edukasi kepemiluan tersebut, KPU Bali berharap pemuda Buleleng dapat menjadi bagian penting dalam pengawasan Pemilu sekaligus menjadi benteng masyarakat dari praktik politik uang, hoaks dan berbagai narasi negatif yang berpotensi mengganggu kualitas demokrasi.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami