Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Atap Tiga Kelas SDN 3 Kalibukbuk Ambruk Diterjang Angin Kencang
BERITABALI.COM, BULELENG.
Atap tiga ruang kelas di SD Negeri 3 Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, ambruk akibat diterjang angin kencang, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian akibat kerusakan bangunan sekolah ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Kepala SDN 3 Kalibukbuk, Nyoman Sumitra, mengatakan saat kejadian dirinya sedang berada di Karangasem. Ia kemudian mendapat informasi dari aparat desa mengenai atap sekolah yang ambruk.
"Saat kejadian, saya posisinya lagi sembahyang di Karangasem. Kemudian dikabarkan oleh aparat desa kalau atap sekolah ambruk, kebetulan saat itu sedang angin kencang," jelas Sumitra, Senin (14/9).
Menurut Sumitra, ambruknya atap tidak hanya dipicu angin kencang. Kondisi kerangka atap yang mulai lapuk juga menjadi salah satu faktor. Kerusakan tersebut sebenarnya telah terlihat sejak Juni 2026. Kondisi itu membuat pihak sekolah memindahkan kegiatan belajar mengajar ke ruang perpustakaan dan ruang guru demi menjaga keselamatan siswa.
"Sejak Juni sudah keliatan atapnya mulai melengkung. Kemudian di bulan Juli, proses belajar mengajar kami pindahkan ke ruang perpustakaan dan guru, karena khawatir membahayakan siswa. Jadi saat atap ini ambruk, kondisi kelas memang sudah kosong," terang Sumitra.
Tiga atap ruang kelas tersebut terakhir direhabilitasi pada 2009. Sementara bagian tembok bangunan belum pernah mendapat perbaikan sejak 1983.
"Temboknya ini terbuat dari pasir dan kapur. Bangunan zaman dulu, tidak ada semennya," katanya.
Setelah mengetahui kondisi atap mulai lapuk, pihak sekolah telah mengusulkan perbaikan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng.
"Sekarang pengusulannya masih dalam proses," terang Sumitra.
Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai kondisi SDN 3 Kalibukbuk. Untuk sementara, sekolah diarahkan mengatur kegiatan pembelajaran sekaligus membersihkan sisa material bangunan agar tidak membahayakan siswa.
Surya Bharata mengatakan pihaknya telah mengajukan usulan perbaikan kepada tim anggaran daerah dan Bupati Buleleng agar dapat dianggarkan melalui APBD induk 2027. Namun, bentuk perbaikan belum dipastikan apakah hanya menyasar bagian atap atau dilakukan secara menyeluruh.
Menurutnya, Disdikpora akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Perkim Buleleng untuk melakukan asesmen terhadap kondisi fisik bangunan sebelum menentukan bentuk penanganan.
"Nah, kami akan koordinasi dengan Dinas PU, secara fisik seperti apa kelayakan bangunan ini, apakah masih layak untuk diperbaiki sebagian atau ada hal-hal teknis lain yang bisa diperbaiki secara lebih baik lagi," ujarnya.
Meski tiga ruang kelas terdampak, Surya Bharata memastikan kegiatan pembelajaran tetap diupayakan berjalan dengan sistem single shift. Namun, selama proses pembersihan material berlangsung, sekolah diarahkan melaksanakan pembelajaran sementara secara daring atau dari rumah.
Disdikpora juga meminta pihak sekolah memperketat pembatasan di sekitar lokasi atap yang ambruk. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah siswa bermain atau mendekati area yang masih berpotensi membahayakan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 4533 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3415 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2088 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan