Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 25 September 2026
Menbud Fadli Zon Ajak UNHI Perkuat Ekosistem Talenta Budaya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengajak akademisi dan civitas akademika Universitas Hindu Indonesia (UNHI) untuk terlibat aktif dalam penguatan serta pengembangan ekosistem manajemen talenta kebudayaan.
Ajakan tersebut disampaikan Fadli Zon saat membuka Utsawa Bali Sani (UBS) ke-11 Tahun 2026 di Kampus UNHI Denpasar, Kamis (25/9/2026). Festival seni dan budaya tahunan tersebut kembali digelar setelah sempat vakum selama enam tahun. Kolaborasi penguatan ekosistem kebudayaan itu melibatkan 17 kementerian/lembaga serta perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Fadli Zon mengatakan Kementerian Kebudayaan saat ini memfokuskan program pemajuan kebudayaan pada empat pilar, yakni perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan.
Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan pengelolaan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK).
Pemerintah juga tengah mengembangkan lima ekosistem utama dalam program manajemen talenta nasional, yakni Ekosistem Film, Ekosistem Musik, Ekosistem Seni Pertunjukan, Ekosistem Seni Sastra, dan Ekosistem Seni Rupa.
"Lima ekosistem ini dikoordinir oleh Kementerian Kebudayaan bersama 17 kementerian dan lembaga lainnya. Kita sangat terbuka, apalagi dengan perguruan tinggi termasuk dengan UNHI di dalam pengembangan ekosistem yang ada ini," ujar Fadli Zon.
Menurut Fadli Zon, perguruan tinggi berbasis budaya, adat, dan agama memiliki peran penting dalam proses institusionalisasi warisan budaya, baik yang bersifat bendawi (tangible) maupun takbenda (intangible).
Ia secara khusus mengapresiasi UNHI sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di Indonesia yang konsisten mengembangkan keilmuan lokal terapan.
"UNHI ini termasuk satu dari tiga universitas yang ada di Indonesia yang mengedepankan pengobatan tradisional dan Ayurveda. Ini penting dalam rangka institusionalisasi warisan budaya takbenda," tambahnya.
Fadli Zon juga menyebut pemajuan kebudayaan yang terstruktur tidak hanya berfungsi sebagai soft power diplomasi bangsa. Kebudayaan juga dapat menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi melalui konsep ekonomi budaya sirkular (circular cultural economy).
UNHI Siap Jadi Mitra Strategis
Rektor UNHI, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si., menyambut ajakan kolaborasi tersebut dan menegaskan kesiapan kampus menjadi mitra strategis Kementerian Kebudayaan.
UNHI, kata dia, akan terus konsisten berdiri di atas pola ilmiah pokok agama dan kebudayaan sebagai pilar utama pendidikan tinggi Hindu di Indonesia.
Ia menegaskan kampus tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu akademis, tetapi juga laboratorium pemajuan kebudayaan.
"Melalui gelaran Utsawa Bali Sani, kita menjadikan kampus perguruan tinggi sebagai benteng kelestarian budaya sekaligus laboratorium inovasi seni. Saya berharap festival ini menjadi wadah dialog kreatif bagi para mahasiswa, dosen, dan seniman untuk mengasah rasio dan mengolah kepekaan batin rasa," ungkapnya.
Rektor juga mengapresiasi terobosan Kementerian Kebudayaan di bawah kepemimpinan Fadli Zon dalam percepatan registrasi cagar budaya, revitalisasi museum dan keraton, serta penyaluran pendanaan bagi pelaku budaya dan komunitas seni.
Utsawa Bali Sani Kembali Setelah Enam Tahun
Ketua Panitia Utsawa Bali Sani 2026, Dr. Komang Indra Wirawan, S.Sn., M.Fil.H., mengatakan kembalinya Utsawa Bali Sani ke-11 setelah enam tahun vakum merupakan hasil gotong royong dan kerja keras civitas akademika serta para seniman.
Pria yang akrab disapa Komang Gases itu menyebut UBS 2026 mengusung tema "Praiti Widya Sani Prawartana" yang memadukan kegairahan ilmu pengetahuan dan keindahan seni.
"Kebangkitan Utsawa Bali Sani ini adalah ruang perjumpaan bagi mahasiswa, akademisi, dan maestro seni Bali untuk membuktikan bahwa seni dan sains bisa berjalan beriringan. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan penuh dari Bapak Menteri Kebudayaan serta Rektor UNHI sehingga festival ini dapat kembali menjadi wadah kreativitas generasi muda," tegasnya.
Pembukaan Utsawa Bali Sani ke-11 ditandai dengan pementasan seni pencak silat dari PSPS Bakti Negara serta berbagai karya seni kolaboratif ciptaan civitas akademika UNHI dan seniman Bali.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut menghadiri pembukaan UBS, di antaranya Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Ida Bagus Alit Suryana, Bupati Badung yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gede Sukadana, serta Wali Kota Denpasar yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara.
Turut hadir Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rahmanda Primayuda, Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitas Kekayaan Intelektual Kementerian Kebudayaan I Made Dharma Suteja, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Denpasar Iskandar Eko P, serta Penasehat Menteri Kebudayaan RI Putu Supadma Rudana.
Rangkaian Utsawa Bali Sani 2026
Rangkaian Utsawa Bali Sani 2026 mencakup sejumlah kegiatan seni, kompetisi, pameran, kegiatan ilmiah, serta ritual keagamaan.
Pada bidang pementasan seni dan pergelaran atau Adi Gurnita, terdapat Adi Gurnita Pat Maharaya pada malam pembukaan 24 September, atraksi seni pencak silat dan tari, Adi Gurnita Nadi Campuhan oleh Komunitas Neo-Nolin di Jaba Pura Mahawidya pada 25 September, serta Adi Gurnita Mencepuk Selonding pada 26 September.
Rangkaian tersebut juga mencakup pementasan Topeng Sakral milik Puri Blahbatuh dalam ritual Pujawali pada 26 September dan Pementasan Calonarang Akbar yang melibatkan seniman se-Bali sebagai puncak sekaligus penutupan acara pada 29 September.
Pada bidang lomba dan kompetisi atau Wimbakara, terdapat Lomba Penyor yang diikuti civitas akademika UNHI, Lomba Barong Perang Bintang yang melibatkan para pemenang sebelumnya serta seniman dari seluruh Bali, dan Wimbakara Bleganjur Ngarap pada 28 September. Utsawa Bali Sani juga menghadirkan pameran lukisan dan pameran lontar di lingkungan kampus.
Untuk kegiatan ilmiah dan akademis atau Widya Thula, dijadwalkan Sarasehan atau Seminar Widya Thula mengenai Tattwaning Barong pada 27 September. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pemahaman filosofis atau tattwa kepada para pelaku seni sebelum Lomba Barong dilaksanakan.
Sementara pada bidang ritual dan keagamaan, dilaksanakan Pakining Pujawali berupa ritual keagamaan Pujawali Padudusan Alit Nyatur Rebah di Pura Mahawidya Mandira yang bertepatan dengan Purnama Kapat pada 26 September.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8358 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5782 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3618 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2448 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar